Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aduh! Nona Manja Mencampakkan Tuan Muda

Aduh! Nona Manja Mencampakkan Tuan Muda

"Aku nggak pernah lupa. Kamu adalah Liam, Suamiku yang nggak tau malu!" Udara di dalam kamar seolah menipis. Tidak lama, sudut-sudut bibir Liam terangkat dan membentuk senyuman mengerikan. Aura Liam seperti seorang Kaisar tiran yang siap menghukum pelaku kejahatan. Ciara sudah berani mencuri kartu hitam miliknya. Di sini, status Liam adalah korban. Apakah ada seorang pencuri yang mengatakan korban sebagai orang tidak tahu malu?
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai favorite crime lirik
Baca
+Pustaka
Mas Ganteng

Mas Ganteng

“Cuma ada dua kemungkinan nasib kita di sini. Tertangkap hidup-hidup atau tertangkap tanpa nyawa.” Dego, Boni dan Kris terdiam termenung. “Ini adalah resiko dari pekerjaan ini. Karena itu gue nggak pengen ada banyak orang yang terlibat di dalamnya. Pekerjaan ini benar-benar berbahaya. Terlebih orang yang kita hadapai adalah penjahat-penjahat ibu kota. Kita semua tahu sendiri bagaimana hukum di negara kita,” tutur Rumi.
7.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 193 kali sebagai favorite crime lirik
Baca
+Pustaka
Senyum Pemikat Hati Sang Mafia

Senyum Pemikat Hati Sang Mafia

We were sitting in a parked car Kita duduk di dalam mobil yang di parkirkan Stealing kisses in a front yard Menguntil ciuman di halaman depan We got questions we should not ask, but Kita punya pertanyaan, kita tak harus pertanyakan, tapi Lagu masih terus berlanjut, tapi ada jeda sejenak sebelum suaminya itu melanjutkannya. Alva menarik napasnya pelan sebelum kembali melanjutkan nyanyiannya. Tangannya masih setia menhelus rambut istrinya. How would you feel Akankah kau merasakan If I told you I loved you Bila ku katakan aku mencintaimu It's just something that I want to do
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai favorite crime lirik
Baca
+Pustaka
Jerat Cinta Sang Mafia

Jerat Cinta Sang Mafia

"Astaga! Theo ini kejam sekali, punggungmu lecet." Dengan perlahan Jerold oleskan krim dengan jari-jarinya. "Sakit?" "Tentu saja, kamu berharap aku menjawab tidak sakit?" ketus Arabella kesal sembari menahan perih di area lukanya. "Jangan galak-galak, Jayden nanti semakin menggilaimu. Dia suka pemberontak." Arabella memilih untuk tidak menjawab. Mendebat Jerold dan Jayden hanya akan membuat otaknya panas.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai favorite crime lirik
Baca
+Pustaka
Jerat Cinta Sang Mafia

Jerat Cinta Sang Mafia

“Oh, aku ingin mengingatkanmu jika mereka sudah menjebakku. Mereka bukan lagi temanku, jadi kamu tidak akan lupa. Aku memberitahukanmu!” “Siapa yang menjebakmu, Nona Summer?” tanya Isabella dengan cepat memegang lengan Summer. Summer lantas menoleh pada Isabella dan langsung merengut. “Kimberly dan Patricia. Patricia yang meletakkan kokain di dalam laci dashboard mobilku, sehingga dia bisa menangkapku dan menuduhku sebagai penjahat!” Summer langsung melirik pada Enrique dengan menyindirnya. Enrique tak peduli. Ia membuang muka dan memilih meminum air di dalam gelas plastik di depannya.
101.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai favorite crime lirik
Baca
+Pustaka
Gelora Cinta Sang Mafia

Gelora Cinta Sang Mafia

"Dan aku tahu siapa dalangnya... Dimas." Antoni sudah lama mengetahui bahwa Dimas akan menyerang dengan cara licik. Tapi ia tidak bisa melawannya sekarang karena Raka dilumpuhkan olehnya. Dan tuduhan ini bukan hanya bisa menghancurkan reputasi Raka, tapi juga mengundang bahaya dari kelompok mafia lain. Dalam dunia gelap, tidak ada tempat bagi pengkhianat. Mereka yang dianggap menjual senjata ke lawan atau menyalahgunakan jalur distribusi, akan langsung dieksekusi tanpa ampun. "Raka... kamu harus percaya padaku. Aku tahu kamu bukan pelakunya."
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai favorite crime lirik
Baca
+Pustaka
Gelora Cinta Sang Mafia

Gelora Cinta Sang Mafia

’’ tanya Lili curiga. ‘’Hm? memang kenapa jika aku keluar dari sana? memang ada larangan aku tidak boleh kesana?’’ tanya Amber berusaha tidak gugup. Lili yang mendengar jawaban sarkas dari Amber terlihat kesal. Dia maju dan mengatakan ‘’Oh atau kau habis menggoda para ketua direksi ya?’’ tanya Lili mencemooh.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai favorite crime lirik
Baca
+Pustaka
Hasrat Liar Ibu Tiri Suamiku

Hasrat Liar Ibu Tiri Suamiku

"Tante pernah di lecehkan sopir pribadinya. Untung malam itu aku pulang enggak terlalu malam jadi bisa nyelametin Tante Sarah dari kejahatan lelaki jahat itu!" "Jahat sekali lelaki itu." responku dengan nada kesal. "Orangnya sudah mendekam di penjara sekarang. Dia padahal orang kepercayaan Papah!" "Syukurlah kalau dia sudah di penjara. Orang jahat sepertinya pantas di hukum!" sahutku lagi. "Makanya sampai sekarang Tante trauma. Jadi kemana-kemana harus aku yang anterin baru dia merasa aman!"
7.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 240 kali sebagai favorite crime lirik
Baca
+Pustaka
Obsesi Liar CEO

Obsesi Liar CEO

Madrigal melirik dua pria itu lagi, tanpa tergesa ia beranjak dari bawah mobil. "Mad, kau tak mau menghabiskan makan siangmu?" Seseorang memanggil namanya, Madrigal tersenyum lebar lalu menghampiri para pekerja lainnya. *** Kejahatan yang sempurna tidak sementereng yang terlihat di film-film atau serial televisi yang ditonton orang-orang. Kejahatan yang sempurna adalah kejahatan yang tertutupi dengan rapi, tanpa jejak, tanpa ada satu pun yang dapat mengetahui di mana pelaku yang sebenarnya berasal. Film-film selalu menggambarkan kejahatan dengan adegan yang dramatis, berdarah-darah, penuh laga.
1047.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai favorite crime lirik
Baca
+Pustaka
Detektif Janeta : Memburu Pembunuh Madu Tua

Detektif Janeta : Memburu Pembunuh Madu Tua

bisik hati Tuan Morat sambil mencuri pandang kepada Janeta. “Mengapa Tuan Morat senyum-senyum sendiri?” Gantian kini Janeta yang dibuat bingung. Wajahnya sedikit tegang. “Awas kamu Rusmidi, aku juga akan membuka rahasiamu kepada keponakanmu ini.” Gerutu Tuan Morat di dalam hatinya yang terasa geli. “Kejahatan kini tengah meraja lela. Pencurian, pemerkosaan bahkan pembunuhan makin marak terjadi.” ucap Tuan Morat dengan nada prihatin.
108.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 256 kali sebagai favorite crime lirik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status