Mempermalukan Suamiku Di Resepsi Pernikahanya
"Encer juga ot*k Mas Arka. Rencana bagus. Tapi, aku gak rela, kalau Wisnu dan Aida hidup bahagia."
"Tenang, soal itu akan ada karma yang membalas orang jahat seperti Aida. Perempuan baik seperti kamu dan Elina, jangan sampai mengotori tangan untuk melukainya."
"Bener juga. Kejahatan tidak akan abadi. Ada masanya jatuh dan hancur tanpa bisa kembali jaya lagi."
"Kamu memang pintar dan bijak Dek Aish."
"Tentu, Aish gitu. Meski kuliah jurusan ekonomi, tapi kepalaku penuh teori filsafat kehidupan, hahaha," gelakku merasa nyaman di samping Mas Arka.