Resep Rahasia Sang Pecundang
“Yang mereka inginkan hanyalah ledakan di lidah. Cepat, kuat, dan membuat lupa. Aku memberi mereka itu. Aku memberi mereka jalan pintas menuju kebahagiaan sesaat. Dan mereka menyukainya. Mereka memujaku. Itulah kebenaran. Rasa sejati bukanlah tentang ketulusan, Radit. Rasa sejati adalah tentang kontrol.”
Radit mendengarkan setiap kata, membiarkan filosofi gelap itu meresap. Inilah dia. Gema dari suara Ketiadaan, diterjemahkan ke dalam bahasa keserakahan manusia. Jalan pintas. Penghapusan proses. Finalitas tanpa perjalanan.
“Ki salah,” balas Radit lembut. “Mereka tidak menyukainya. Mereka hanya tidak bisa berhenti. Itu bukan cinta, itu perbudakan.”
Bab Populer