Antara Ambisi dan Cinta
Di sudut lift, Ezra berhenti.
“Terima kasih… udah mau ikut,” katanya, pelan tapi mantap.
Cantika menatapnya, tidak tersenyum, tapi matanya lebih lembut. “Ini terakhir, Ezra.”
“Ya,” Ezra mengangguk. “Ini terakhir.”
Ketika pintu lift tertutup, keputusan itu tertinggal di lantai VIP—sebagai penanda bab yang resmi ditutup, agar bab yang lain bisa di mulai.