Teman Tapi Menikah
“I wanna hold your hands but I’m afraid of touch. Isn’t it ironic, Sat? Kalau dulu mau genggam tangan kamu itu gampang, tapi aku menganggap genggaman itu nggak terlalu diperlukan.
“Sekarang saat aku pengen banget genggam tangan kamu, aku bisa langsung lari ketakutan kalau kamu berinisiatif untuk nyentuh tanganku.”
“If we can’t hold each other’s hands, just let my words touch your heart.”
Rinai tersenyum, bibirnya melengkung tipis tapi tetap terlihat manis di mata Ksatria. “I’ll miss your sweet words.”
“Nai….”