Selubung Memori
“Fal, aku terlalu egois, ya.”
“Egois itu apa?”
“Hanya selalu ingin dimengerti, hanya selalu berharap semua keinginanku dipenuhi, hanya ingin semua berputar mengikuti apa yang baik untukku.”
“Ng, kalau begitu, Fal juga egois,” ujarnya, memutuskan.
“Kenapa begitu?”
“Fal egois tidak mau merelakan Forlan pergi.”
Aku tahu harus tersenyum menanggapi itu. Namun, kesesakan dalam benak berat ini tampaknya membuat senyumku pilu.
Bab Populer