Misteri Bulan
Ia merasa lucu.
”Kak… tolong aku.” Suaranya serak-serak basah seperti ada sesuatu yang tersangkut di tenggorokannya.
Chandra nyaris pingsan saking takutnya mendengar suara itu, napasnya menjadi sesak, tapi jika ia takut ia akan kalah. Tidak dia tidak boleh kalah sama arwah gentayangan. Maka dia lawan perasaan takut itu, meski perasaannya tidak enak sama sekali. ”Aduh… sono gih ikut uka-uka, daripada nakutin orang, di sana kan kamu bisa menghibur orang, dapat rating, siapa tahu nanti juga dapat jodoh cowok cakep,” sungut gadis itu dongkol bercampur rasa ngeri. Ia naik ke lantai dua, ke kamarnya eh kamar Bulan. Bayangan itu masih mengikutinya.
Hot Chapters