Darling Enemy
"Kan sudah saya bilang tadi, panggil saya Abang saja kalau di luar kantor. Telinga kamu masih berfungsi dengan baik kan?"
"Iya, Om eh Abang." Vanilla membuat ekspresi seperti ingin muntah saat menyebut kata Abang.
"Kesalahan pertama, kamu bodoh sekali menjatuhkan harga diri dengan menembak Bumi. Dan yang kedua, kamu bodoh sekali mau menjadi tempat pelarian orang yang gagal moved on. Kebodohan kamu sudah pangkat enam, alias mbahnya bodoh!"
"Nggak apa-apa kok, Bang. Abang tahu tidak, kalau orang yang melakukan dua kali kesalahan itu sebenarnya adalah orang yang konsisten. Betul tidak?"
Hot Chapters