Menantu Pahlawan Negara
"Kenapa? Eh, Ardika, apa kamu sudah takut?"
Jeniva menyunggingkan seulas senyum tajam, lalu melirik Futari yang meringkuk ketakutan dalam pelukan Ardika. Dia mengulurkan lengannya untuk menyentuh wajah Futari, lalu tersenyum dan berkata, "Nona muda yang sangat cantik dan polos. Ardika, ini adikmu, 'kan? Masih perawan, bukan? Setelah menghabisimu, aku akan mengirimnya ke Holoster, dia pasti bisa menjadi primadona di sana."
Bab Populer