SEAN
tanya Sean.
“Mama sama Papa,” jawab Gabriel dengan singkat.
“Apa kau tidak ingin menikah sepertiku saat ini?”tanya Sean pada Gabriel. Gabriel menghela napas kasar mendengar apa yang dikatakan oleh Sean.
“Kau tahu sendiri bagaimana traumaku, aku masih mencintai calon tunanganku itu. Meskipun dia sudah tenang bersama Tuhan. Dia adalah satu-satunya wanita yang bisa merubahku menjadi pria yang mempunyai hati nurani. Setelah dia meninggal, hidupku terasa hampa. Aku tak lagi bersemangat untuk menjalin hubungan dengan perempuan lain,” ucap Gabriel datar. Sean yang mendengar apa yang dikatakan Gabriel, ia cuma bisa berdoa yang terbaik untuk saudaranya yang satu itu. Sean tahu bagaimana Gabriel berus
Hot Chapters