GAIRAH NAKAL ISTRI MUDA
Aku tidak memiliki apapun.
"Bukankah senang, kamu hanya anak tunggal. Tidak perlu repot-repot bekerja."
Dimas terkekeh, "Aku pengangguran, Arin. Kenapa kamu tidak percaya? Ya sudah, lupakan aku. Kini jawab, kamu bekerja dimana?"
"Aku bekerja di perusahan Berlian, baru ini aku mulai bekerja."
"Perusahaan Belian? Benarkah?"
"Iya, aku tidak menyangka bisa di terima kerja di perusahaan besar."