Shadow of The Past
tanya Airi lagi, masih dengan nada tidak percaya.
Keterkejutan Airi tidak dipahami Kei.
“It’s a good vehicle.”
“Oh, ya, tentu saja kendaraan yang bagus. Benda ini berharga lima puluh kali lipat dari gaji tahunanku,” sinis Airi. Tiba-tiba saja dia merasa pening, baru tersadar akan perbedaan kelas antara dia dan pria di hadapannya, sesuatu yang untuk suatu alasan membuatnya meremang ngeri. Airi mengambil napas pelan. “Jika kau bisa membeli mobil semacam ini, kenapa kau tidak bisa membeli makan siang sendiri?”