Sentuhan Berondong Sewaanku
“Saya butuh uang yang banyak Bu, untuk biaya cuci darah adik saya dan karena gaji seorang supir itu tidak seberapa, tentu saja uang itu tidak akan pernah cukup.”
Mendengar itu, Aina yang memang sudah tau adik Rey mengalami gagal ginjal. Mulai menghela napas. “Memangnya kamu akan beralih kerja apa Rey, untuk mendapatkan gaji besar?” setelah mengatakan itu, tiba-tiba Aina teringat sesuatu, dengan matanya yang membulat, ia berkata. “Jangan bilang?”
Rey yang tau kemana arah pembicaraan Aina, mulai menatap serius wajah sang majikan. “Iya… saya memang berniat kembali bekerja sebagai pria sewaan atau yang lebih tepatnya menjadi seorang gigolo.”