Kesatria Mawar
Pedang terkutuk itu juga menyala merah seperti dialiri darah segar.
Ghumaysa masih merapal mantra dengan tenang, seolah apa yang terjadi kepada kekasihnya bukanlah hal besar. Dia terus mencipratkan darah, hingga tersisa sepertiga cawan. Perlahan, warna merah purnama di langit memudar dan kembali menjadi putih bersih. Pangeran Heydar yang tengah mengamuk di altar ambruk, tak sadarkan diri.
Ghumaysa menyeringai. “Tahap pertama telah selesai, impianku semakin dekat,” gumamnya.
Hot Chapters