Mantra Cinta Kakak Ipar
"Laki-laki? Alhamdulillah, tapi apapun itu, semoga saja lahir dengan keadaan selamat, sehat dan lengkap tanpa cacat."
"Aamiin," jawab Sari.
"Tapi kok kamu saat aku sebut anakmu laki-laki kaya ndak seneng gitu?"
Galuh menghentikan langkah kakinya. "Ndak, bukannya ndak seneng. Cuman lagi keinget masalalu aja." Kedua mata Galuh langsung berkaca-kaca, tno sadar bulir bening jatuh dari sudut matanya.
"Galuh, kenapa? Maaf kalau aku bikin kamu inget masalalu. Sini, duduk sini dulu!" Sari membawa Galuh untuk duduk di bangku yang tersedia di pinggir jalan.
Hot Chapters