Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sketsa Cinta Arina

Sketsa Cinta Arina

Santi tentu saja tidak mau kalah, ikutan berdiri mendekati gebetannya. "Waaaah," aku terpukau. Gambarnya begitu rapi, mendetail, dengan warna cantik, dan tentunya lucu. Yang pertama karikatur Jasmine Bakery, dan yang kedua karikatur Ibu Jasmine yang tampak ramah, lucu, tapi tetap cantik. Yang terakhir adalah karikatur sepasang kue tart, seolah kuenya cewek dan cowok, dengan banyak cinta di sekitarnya. Hmm, yang terakhir ini pasti ungkapan perasaan animatornya yang lagi kasmaran.
1016.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 529 kali sebagai gambar aesthetic kartun
Tampilkan Ulasan (28)
Baca
+Pustaka
Teha
Jika berkenan mohon berikan ulasan tentang novel ini agar saya tahu apa yg pembaca sukai/tidak sukai. (Saya "bayi" penulis yg baru belajar berjalan.) Saya terbuka thd kritik & saran yg membangun, yg akan berguna untuk meningkatkan kualitas tulisan saya ke depannya. Sekali lagi terima kasih banyak.
Dwi Setiawati Puralangga
Sukaaa bangettttt... Alur ceritanya bikin ingat masa2 muda dulu.. ........ Dibawa mengenang ke masa itu, dan selalu saja senyum2 sendiri tiap baca.. .......... Intinya sukaaaaa.. ...️...️...️. Makasih ya Teha.. Bikin mood jadi bagus...
Baca Semua Ulasan
Ayah & Bunda, Ayo Baikan!

Ayah & Bunda, Ayo Baikan!

rasanya ingin sekali mereka gigit pipi gemoy itu. "Mau lihat ini?" Bima memperlihatkan layar handphonenya, di sana tergambar sebuah poster film kartun yang merupakan favorit Aziel. Bahkan bisa dibilang, Aziel adalah fans garis keras dari film kartun tersebut. Kamar sampai beragam benda yang ia punya pun bermotif kartun itu. Binar mata terpancar seketika, itu adalah movie yang ia tunggu-tunggu sejak tahun lalu. "Mau!" ucap Aziel bersemangat.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai gambar aesthetic kartun
Baca
+Pustaka
Till The End Of The World

Till The End Of The World

Ia sangat muak. Suasana dalam ruangan itu begitu sepi, hanya terdengar goresan kasar pada lembaran kertas yang sejak tadi memenuhi meja. Myungsuk dan Jihyun sudah membagi tugas selama seminggu ini. Jihyun yang akan membuat plot serta menggambar kerangka, dan Myungsuk yang akan membuat gambar jadinya. Pada dasarnya, Myungsuk suka anime Jepang, sedangkan Jihyun merasa baik untuk mengambil tema manapun. Pada akhirnya, mereka mencoba untuk menggunakan style gambar Manhwa—komik Korea, bukan Manga—komik Jepang.
3.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai gambar aesthetic kartun
Baca
+Pustaka
Menjandakan Istri Demi Selingkuhan

Menjandakan Istri Demi Selingkuhan

kataku untuk mencari jalan tengah. Kemudian kulihat pak Karto mulai membuka tasnya dan mengambil file gambar desai dasar hiasan resort yang ada di luar. Aku menerima uluran file tersebut dengan hati berdebar. Dari tampilan awal saja aku sudah bisa menebak jika itu bukan hasil karyaku, tetapi aku ingin memastikan untuk lebih detail lagi melihat dan memahami gambar tersebut.
8.817.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 598 kali sebagai gambar aesthetic kartun
Baca
+Pustaka
Kukembalikan Seserahan Calon Suamiku

Kukembalikan Seserahan Calon Suamiku

"Alhamdulillah, saya senang mendengarnya. Ibu juga hebat, bisa mewujudkan gambar menjadi sesuatu yang indah." Aku tak terlalu mengerti dengan dunia pergaunan, hanya suka membuat desain. Itu pun kuterapkan pada tokoh kartun kesayangan. Bulma paling sering jadi korban percobaan. Senang sekali melihat rambutnya yang diikat satu ke atas, kemudian kuberi ia pakaian yang menurutku cantik. "Nah, itu. Senang sekali saya bisa bekerja sama dengan Mbak Husna. Bagaimana, susah nggak, cari tempatnya di sini, tadi?"
86.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai gambar aesthetic kartun
Baca
+Pustaka
Pengantin Bangsawan Yang Kubenci

Pengantin Bangsawan Yang Kubenci

Namun lebih menyerupai coretan bocah—kepala bulat, mata titik, mulut garis melengkung—daripada gambar yang bisa dikenali. Finn menatap kertas itu penuh keyakinan. “Ini… cukup. Minimal mirip. Ya, pasti mirip.” Dengan secuil harapan dan selembar sketsa absurd, ia melangkah lagi. Pertama mendekati seorang pedagang apel. Dengan gaya penuh rahasia, ia menempelkan gambar itu ke wajah si pedagang. “Lihat ini baik-baik. Kau pernah melihat mereka?”
8.92.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai gambar aesthetic kartun
Baca
+Pustaka
Bilur Bulir Bertaut

Bilur Bulir Bertaut

“Selesai!” Ia mengangkat kertas itu tinggi-tinggi seolah sedang memamerkan karya besar. Mareeq menerimanya dan memperhatikan lebih lama. Gambarnya sederhana. Seperti gambar anak TK pada umumnya. Komidi putar dengan garis melingkar yang agak miring, kereta kecil, dan tiga figur manusia dengan tangan seperti ranting. “Bagus,” katanya. Freya tersenyum bangga.
882 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai gambar aesthetic kartun
Baca
+Pustaka
Sang Pemuas Hasrat Wanita Kesepian

Sang Pemuas Hasrat Wanita Kesepian

Tubuhnya sudah agak pegal karena terlalu berada di pose yang sama selama beberapa waktu. Sambil tersenyum, Angga menganggukan kepala. “Aku belum mewarnainya, jadi ini baru sketsa saja,” katanya lalu membalik kanvas yang dia kerjakan. Riri kontan langsung terkesima melihat dirinya telah digambar dengan sangat cantik dalam sketsa tersebut bahkan posenya pun terlihat sempurna.
1052.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai gambar aesthetic kartun
Baca
+Pustaka
Layunya Cinta sang Nyonya

Layunya Cinta sang Nyonya

"Diam di sini, dasar plagiat!" "Hei, ini memang benar." Suara Anastasia yang nyaring membuat semua orang menatapnya. "Sketsa ini begitu mirip dengan sketsa desain yang diperlihatkan Cassandra padaku kemarin malam." "Oh ya? Memangnya mana sketsa gaun yang digambar Cassandra?" Jane tidak pernah melihat Cassandra pernah menggambar sketsa gaun dengan begitu indah dan detail. Selain itu, selera fashion yang ada di sketsa itu sungguh jauh berbeda dari selera fashion yang biasa Cassandra gunakan.
1039.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai gambar aesthetic kartun
Baca
+Pustaka
KEBANGKITAN PENDEKAR RAJA IBLIS

KEBANGKITAN PENDEKAR RAJA IBLIS

Tapi dari sikap yang Arash tunjukkan jelas ia tidak mendengar apapun. "Sangat cocok!!" sahut Wan Bingwen, sedangkan Fatta langsung mengacungkan kedua jempolnya. Arash tersenyum riang, ia sangat bersemangat. "Paman, ayo membeli kertas, kertasku habis!!" Arash sangat suka menggambar, seperti apapun situasi hatinya, Arash akan menuangkannya ke dalam gambar. Karena bagi Arash, ia lebih suka bercakap lewat gambar ketimbang bicara lewat kata. Terkadang bibir bisa berkata bohong namun gambar tak bisa berbohong.
1022.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 637 kali sebagai gambar aesthetic kartun
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status