Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sketsa Hujan

Sketsa Hujan

Ia butuh bicara dengan Aksara. Malam di Bukit Halo sangat sunyi. Elang duduk di atas batu besar, memegang ponselnya yang akhirnya mendapatkan dua batang sinyal. Tiba-tiba, sebuah notifikasi muncul dari I*******m. Unggahan dari akun galeri Pak Danu. "Sneak peek untuk pameran 'Jejak yang Tertinggal'. Karya terbaru dari Aksara Sendja Nirmala: 'Sketsa Hujan dan Jejak Kehilangan'.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai gambar jax pena
Baca
+Pustaka
Bus Penyelamat

Bus Penyelamat

wajah sang pemilik anjing tampak begitu murung. Mendengar jawaban sang pemilik anjing tersebut, Pak Karay yang berdiri di seberang sana langsung menyeberangi sungai kecil itu untuk melihat langsung keadaan anjing tersebut. Ia membungkukkan tubuhnya untuk melihatnya lebih dekat. Dari luka tersebut, tampaklah ada sebuah lubang yang aneh. Lubang tersebut terlihat seperti bekas sebuah hantaman benda keras. Saat ia melihatnya lebih dekat lagi dan kemudian menyentuhnya dengan tangan, ternyata ia menemukan sisa-sisa sebuah benda keras di dalam luka tersebut. “Tidak! Anjing ini tidak dilempari dengan batu, akan tetapi anjing ini sengaja dipukul oleh seseorang dengan sebilah kayu yang keras. Lihat! I
107.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 197 kali sebagai gambar jax pena
Baca
+Pustaka
Pesona Gadis Penggoda

Pesona Gadis Penggoda

ucap Gadisa. “Nggak boleh bohong, Dis.” Vera manyun. “Aku penasaran banget dengan suaminya mbak Miskha. Kalau lihat dari wajah anaknya, kayaknya suaminya ganteng banget. Kapan-kapan fotoin, dong, Dis. Penasaran, nih.” Vera menggoyang-goyangkan tangan Gadisa. “Kenapa nggak minta mbak Miskha yang fotoin? Aku mana pernah ketemu suaminya.” Gadisa mana mungkin mengambil gambar pak Dikara diam-diam.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai gambar jax pena
Baca
+Pustaka
Pesona Janda Anak Satu

Pesona Janda Anak Satu

ucap Aldo. Seketika Laila menatap ke arah seseorang yang tengah berdiri di depan pintu mobilnya. Lelaki bertubuh atletis itu membuka kacamata hitamnya dan terlihat jelas wajah tampan seseorang yang sangat Laila ingin tahu. Lelaki itu terus berjalan memasuki area restoran semakin membuat Laila menatap tak percaya dengan pemandangan di depannya. Mata Laila tak berkedip dengan kehadiran lelaki itu, mata Laila membulat sempurna seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai gambar jax pena
Baca
+Pustaka
Wanita Penjaja Cinta

Wanita Penjaja Cinta

Aku berkata seperti itu karena tidak pernah berharap bertemu dengan Rey lagi. "Kemarin Om Rey datang lagi, dia memberi ini pada Dinda." Dinda menunjukkan sebuah pigura berukuran 10R, dimana dipajang foto Dinda dan Rey yang tengah tersenyum lebar itu. Pipi mereka saling menempel, mereka terlihat begitu bahagia. Entah kapan foto itu diambil, dalam foto itu terlihat Dinda masih kecil. Mungkin saat kami masih tinggal di kontrakan milik Mami Monik, saat Rey sering berkunjung dulu. "Dinda pernah diajak Om Rey, pergi?" Gadis itu mengangguk yakin.
107.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 146 kali sebagai gambar jax pena
Baca
+Pustaka
Para Penjaga Perbatasan

Para Penjaga Perbatasan

Si Bartender sibuk menuangkan minuman ke dalam gelas-gelas, dan para penduduk desa tertawa di sela canda gurau. Diantara para penduduk desa yang sedang minum-minum itu, ada seseorang yang terlihat berbeda dari orang lain. Seorang beastman setengah manusia-setengah kucing, atau tabaxi sebutan dalam bahasa lokalnya, sedang memainkan sebuah gitar kecil dengan 10 senar.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai gambar jax pena
Baca
+Pustaka
Rahasia Kekayaan Sang Barista

Rahasia Kekayaan Sang Barista

Sambil memasang senyum ramah yang sudah menjadi kebiasaannya, Johana menyambut tuan muda itu dengan sopan. “Tuan Xander, apakah ada tambahan lain? Jika tidak, mari kita lanjutkan dengan transaksi pembayaran. Silakan ikut dengan saya...” ujar Johana dengan nada profesional, berusaha menunjukkan sikap tenang meskipun hati nya berdebar. Xander, yang tidak menyadari bahwa ia menjadi pusat perhatian para pekerja Peza Gallery, mengeluarkan kartu berwarna hitam dari dompetnya dan meletakkannya di depan kasir.
1038.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 836 kali sebagai gambar jax pena
Baca
+Pustaka
Sang Penata Rias

Sang Penata Rias

Tanda pengenalku itu bertuliskan ‘Jaeryn Salim – Makeup Artist’. Setelah beberapa saat di dalam lift, aku bertemu dengan beberapa staff lainnya. Aku ingin menegur, tetapi mereka sedang sibuk berbincang ria. Mereka mengosipkan pria idaman mereka yang tak lain dan tak bukan adalah Geraldy. Mereka merasa begitu bersyukur dapat bekerja di sini dan dapat sering bertemu dengan Geraldy. Mereka mengakui bahwa sikap dingin yang ditunjukkan oleh Geraldy adalah sebuah pesona yang sangat mematikan. Pesona yang harus dimiliki setiap pria jika ingin diakui sebagai pria jantan.
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 176 kali sebagai gambar jax pena
Baca
+Pustaka
Balikan Dengan Mantan

Balikan Dengan Mantan

Tanya Savira kala sadar kalau Axel sama sekali tak mengambil pena itu. Apa penanya rusak? Oh, ya Tuhan, jangan sampai pena mahal itu rusak. Kalau itu benar-benar rusak, Savira harus siap-siap menggantinya. "Kamu kok gak ambil pulpen ini sih?" "Hah?" Savira tak mengambil itu karena Axel sudah mengambilnya. Jadi, kenapa dia harus mengambil pena itu. "Padahal saya mau ada adegan kita berdua gak sengaja pegangan tangan," imbuh Axel membuat Savira langsung menatap Axel datar.
9.975.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai gambar jax pena
Baca
+Pustaka
Suamiku, Sayangilah Aku!

Suamiku, Sayangilah Aku!

Sienna sama sekali tidak memperhatikan Elena dan hanya diam-diam menunggu Jacob untuk berbicara. Jacob memegang draf desain dengan satu tangan, sementara tangan yang lainnya diletakkan di atas meja kerja hitam. Gerakan ini memperlihatkan sebagian pergelangan tangannya yang putih, terutama saat dia memegang pena dengan erat. Urat biru di punggung tangannya pun menonjol dan memberikan kesan kuat.
9.3857.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22.3K kali sebagai gambar jax pena
Tampilkan Ulasan (296)
Baca
+Pustaka
Widya Syari Putri
sudah tahu jalur ceritanya sampai anak² mereka TK, tp tetap menunggu versi di sini karena tata bahasa di sini enak untuk dibaca...berharap authornya update banyak bab perharinya supaya cepet² selesai dr part² yg membosankan
S.n
Saat Penny ketahuan Sienna, banyak komentar dan seru, sekarang saat Sienna ketahuan anak keluarga Shankar sepertinya biasa aja ya.... Tapi jadi ngebaca misterinya terungkap setiap kelipatan chapter 700an kayanya he... Sekarang juga kan chapter 1400an...
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status