Suami Perkasa
Meri Nakashimasosok perkasakekasih sabda perkasacerita mertua perkasasuamiku yang perkasa
nada peringatan itu lemah.
“Apa? Aku cuma ngecek kualitas kursi,” katanya pura-pura polos, jemari menggambar lingkaran kecil di kain tipis celana Sukma.
“Itu paha manusia, bukan kursi.”
“Lebih bagus. Hangat, empuk, eksklusif, dan hanya aku yang boleh duduk.”