Pusaka Idaman Gadis Desa
Suasana lapangan tanah itu begitu sunyi, hanya diterangi oleh satu lampu merkuri yang temaram di sudut pagar.
Di tengah lapangan, sebuah tenda besar berkain terpal biru sudah berdiri tegak. Di dalamnya, puluhan bilik suara dari kardus sudah tertata rapi di atas meja-meja panjang, bersiap menghadapi hari penentuan beberapa jam lagi.
"Kita mulai dari mana dulu?" bisik Tresna rendah, menghentikan langkahnya di bawah bayangan pohon mangga besar di tepi lapangan.