Aku, istri kedua
ucapku.
“Ada yang bisa saya bantu, Nis?” tanyaku menatap wanita berkulit putih itu.
“Aku sedang mencari beberapa gamis untuk ku bawa nantinya, Mbak.”
Anisa menampakkan senyum yang begitu indah, bibir tipis berwarna merah dengan kulit putih dan lesung Pipit membuat tak ada bosannya melihat wanita ini.
“Baik, saya cuci tangan dulu. Nanti saya bantu Carikan,” ucapku sambil mengangkat alat pel dan ember yang berisi kotor.