Cinta Diam-Diam Sang Bos
Dalam pelukannya, aku merasa pulang, dan aku tak ingin dilepaskan, aku benar-benar ingin tinggal di sana, di antara lengannya yang kuat.
Setelah bibir kami terlepas, kami tetap saling berpelukan dalam diam selama beberapa menit. Aku bisa merasakan seluruh kegelisahan dan kecemasan yang menyesakkan selama dua puluh empat jam terakhir perlahan-lahan mengalir keluar. Segala rasa sakit dan kesedihan yang selama berbulan-bulan menggelayuti hidupku seakan pergi bersama setiap hembusan napasku.
Perlahan, pelukan kami mulai mengendur, dan aku merasakan gelombang cinta dan rasa aman menyapu seluruh diriku. Heru mencium keningku dan menggenggam tanganku.
Hot Chapters