Bukan Menantu Sampah
Tetesan cairan darah disertai air ludah menetes di wajahku, selain rasa jijik, aku juga merasa takut.
"Bentuk tubuh yang bagus, aku sangat menyukainya, aku akan membuatmu merasa sangat nikmat."
Siluman ini adalah makhluk yang psikopat, aku melakukan perlawanan, mengbangkangnya, baju di tubuh semakin dirobek semakin sedikit, dan yang tersisa hanyalah pelindung dada.
Di saat seperti ini, aku dengan polos masih berpikir kedua bibi itu akan datang menolongku, tidak pernah menyangka bahwa mereka dua lah yang mendorongku ke lautan api.
Sikat na Kabanata