Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Gairah Cinta Paman Presdir

Gairah Cinta Paman Presdir

Rasanya, jarinya sudah benar-benar basah. Silvana tak mampu menjawab. Dia mencengkram punggung Sergio dengan kuat. "Aaaaa... Empat! E-empat orang—aaaa!" Silvana menjerit, merasakan tubuhnya menegang saat mencapai pelepasan. Sergio menarik jarinya. "Cih, semurah itu?" cibir Sergio, yang kemudian beranjak turun dari tempat tidur meninggalkan Silvana yang terkapar dengan nafas terengah-engah.
1090.3K viewsCompletedAdded to Library 2.5K Times as gambar sila ke-4
Read
+Library
Tarian Persembahan Sang Ratu

Tarian Persembahan Sang Ratu

cemooh salah satu dari para punggawa. Sila belum mati. Ia hanya tak mampu melawan saja. Jemarinya bergerak perlahan. Lalu tubunya berbalik dengan bunyi patahan tulang yang terdengar. Ia ingin tenggelam ke dalam lubang hitam berlumpur itu untuk mengembalikan kekuatannya meski menghabiskan waktu yang tak sebentar. Para punggawa dan Maulana yang menyaksikan turut bergidik ngeri, sebab cara berjalan Sila tak ubahnya seperti binatang hanya saja mukanya menghadap ke langit.
105.1K viewsCompletedAdded to Library 173 Times as gambar sila ke-4
Read
+Library
Ranjang Panas Istri Kontrak sang Alpha

Ranjang Panas Istri Kontrak sang Alpha

suara Ayla meninggi, membuat para tetua tersentak. “Cukup!” Silas mengangkat tangannya, aura otoritas kunonya menekan seluruh ruangan. Ia menatap Xavier dengan ekspresi yang jauh lebih berbahaya daripada Malakai. “Kau telah melanggar protokol dengan membawa manusia ke dalam lingkaran inti. Kami memberimu kelonggaran karena janji pewaris yang kau ucapkan saat kontrak itu dibuat.”
101.8K viewsCompletedAdded to Library 67 Times as gambar sila ke-4
Read
+Library
Aku dan Sembilan Raja Beast yang Mengiginkanku

Aku dan Sembilan Raja Beast yang Mengiginkanku

“Kau mengikat diri pada singa.” Kaelar bergerak setengah langkah ke depan secara refleks, memposisikan tubuhnya di depan Elara. Protektif. Sistem berbunyi keras. Ding! Poin ikatan dengan Kaelar +4 Total: 34/100 Silas menyeringai tipis. “Aku datang untuk memastikan kau tidak membuat kesalahan, Elara,” katanya. “Tapi sepertinya aku terlambat.”
466 viewsOngoingAdded to Library 11 Times as gambar sila ke-4
Read
+Library
Bayangan Darah Sang Putra Buangan

Bayangan Darah Sang Putra Buangan

balas Kael dengan nada yang datar namun mengandung otoritas mutlak. Ia melangkah maju, dan setiap tapakan kakinya menciptakan riak emas yang menghancurkan aura abu-abu di sekitarnya. "Hukum keempat, penyingkapan kebenaran sejati!" Seketika, dua belas sayap di punggung Kael mengepak hebat. Cahaya ungu yang memancar dari sayap-sayap itu menghantam wajah cermin sang utusan.
1.7K viewsOngoingAdded to Library 51 Times as gambar sila ke-4
Read
+Library
DiSUKAI SILUMAN ULAR

DiSUKAI SILUMAN ULAR

"Kalau kau merasakan hal seperti itu, lalu tiba-tiba ada yang datang, kau harus lebih waspada. Ingat. Walaupun yang datang adalah orang yang kau kenal. Siluman bisa berkamuflase sesuai keinginan mereka. Jadi jangan tertipu. Tanda lahirmu yang berdenyut cukup menjadi tanda. Jadi, kalau yang datang adalah orang yang kau kenal. Namun sebelum dia datang, tanda lahir itu berdenyut. Berarti dia bukan manusia biasa." "Lalu apa yang harus Sari lakukan?" tanya Sari. "Kalau kejadiannya seperti tadi. Kau cepat panggil Bibi. Kalau dia lebih dulu datang sebelum Bibi. Kau lempar dia dengan garam kasar. Rata-rata, tubuh siluman yang terkena garam, akan terasa perih karena terluka dan mereka akan kesakitan
9.312.3K viewsCompletedAdded to Library 394 Times as gambar sila ke-4
Read
+Library
SALAM TERAKHIR

SALAM TERAKHIR

SENJA ada yang berbeda pada senja yang temaram semilir angin membelai mesra aku mematung - tatapanku hampa pada baris-baris awan yang saling mengejar di udara ada yang aneh aku jelas merasakannya aku yakin aku tak salah ya, aku telah jatuh cinta pada lelaki yang mengisi hari-hariku bermalam-malam lalu masih tiada masih hampa disini di hati kecilku namun kini tiba-tiba mencekik leherku cinta; rasa itu datang tiba-tiba aku tahu aku salah aku tahu kamu marah, tak suka harusnya ia tiada tapi aku manusia biasa tak kuasa menghalau magisnya; aku sungguh telah jatuh cinta padamu pada senja yang temaram - Mega
103.6K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as gambar sila ke-4
Read
+Library
Selir Yang Terlupakan

Selir Yang Terlupakan

Bab 44 Keesokan paginya, suasana di paviliun yang selama empat tahun begitu sunyi kini berubah total menjadi pusat aktivitas yang padat namun teratur. Udara pagi memang masih terasa sejuk, membawa aroma bunga melati yang tumbuh di pekarangan, namun denyut kehidupan dan persiapan yang kencang sudah terasa menyelimuti setiap sudut tempat itu. Kesunyian yang menjadi ciri khas kediamanku selama ini lenyap, digantikan oleh hiruk-pikuk yang sudah tersusun rapi layaknya sebuah rencana yang telah dipersiapkan jauh hari sebelumnya. Tak ada yang bergerak tergesa-gesa tanpa arah; setiap langkah, setiap perintah, seolah sudah tertanam dalam ingatan mereka.
561 viewsOngoingAdded to Library 17 Times as gambar sila ke-4
Read
+Library
SUAMI USIL

SUAMI USIL

Saqoitil hubba fii qolbii bihusnil fi'li wassamti yaghiibus sa'du in ghibti wa yashful 'aisyu in ji'ti Nahaarii kaadihun hattaa idzaa maa 'udtu lilbaiti Laqiituki fanjalaa 'annii dhonaaya idzaa maa tabassamti (Engkau sirami cinta dalam hatiku dengan indahnya perangaimu. Kebahagiaanku lenyap ketika kamu menghilang lenyap. Hidupku menjadikan terang ketika kamu di sana. Hari-hariku berat sampai aku kembali ke rumah menjumpaimu. Maka lenyaplah keletihan ketika kamu senyum)
102.7K viewsCompletedAdded to Library 101 Times as gambar sila ke-4
Read
+Library
KUAKHIRI SETAHUN PERNIKAHAN INI

KUAKHIRI SETAHUN PERNIKAHAN INI

”Dasar manusia keji, tak mau bertanggung jawab malah menutupinya demi hidupa bebas dari kesalahan! “Marvin bawa dia masuk.” Seru Adiwijaya yang diangguki Novi, takut ada orang luar di jalan yang melihat apalagi mendengar percakapan mereka. “Jangan ngelanutur, ayo berdiri.” Marvin menarik paksa tangan Sila hingga terdengar ringisan kesakitan. “Kamu harus diberi pelajaran …,” Sila meronta, namun selalu berakhir kalah tenaga. “Berhenti menyakitiku. Karena aku ingin kita cerai.” sela Sila cepat penuh keyakinan.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 41 Times as gambar sila ke-4
Read
+Library
PREV
1234568
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status