EUFORIA
Marion D'rossihancur hidupkupengalaman hidupkuruang hampa di dalam hidupkuperjalanan hidupku
“Jangan menatap saya. Itu keputusanmu sendiri. Lagi pula, saya tidak pernah melarangmu untuk main-main dengan siapa pun.
Karena kamu sudah berulang kali mengalami kehidupan yang keras, sekarang sudah saatnya menikmati barang yang keras. Nikmatilah.”
Lagi-lagi wanita licik itu salah paham. Padahal, tatapanku sama sekali tidak seperti sedang merengek pada seorang ibu agar diizinkan untuk bermain bebas bersama siapa pun.
“Ayo, kita ucapin ke Adrian biar cepat sembuh,” ucap Silvi mengajak sembilan perempuan lainnya.
“Semoga cepat sembuh, ya, Adrian!”
Ya, Tuhan. Apa aku harus terharu karena mendapatkan kalimat yang begitu perhatian itu? Meski terkesan sangat licik dan berhati busuk, sepertinya Si
Hot Chapters