Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menikah Dengan Abang (Abang Angkat)

Menikah Dengan Abang (Abang Angkat)

PoV Silvi Setelah beberapa hari berpikir, akhirnya memutuskan pulang ke rumah. Rumah yang seharusnya menjadi tempat ternyaman, justru bagiku tempat yang menakutkan. Bagaimana tidak? Jika kaki ini menginjakkan rumah yang terbilang mewah itu, segala caci maki serta omelan selalu kudapatkan tanpa tahu kesalahan apa yang telah aku perbuat.
10102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai pengamalan sila ke-4 di rumah
Tampilkan Ulasan (19)
Baca
+Pustaka
Isabella
nofel yg benar benar keren bikin ngakak tingkah si Dion dan si Dendy . ada kocaknya. ada manisnya ada romantisnya ada genre nya pokoknya komplit ....pokoknya keren keren keren. ku tunggu nofelnya yg lain thoer
Afdan
Bab Sakit...knpa ayu harus nangis kan emang salah dia sendiri tuh knpa sih thor lembek amat bisa aja buat si ayu liat ponselnya trus liat chatnya..kn dia yang mulai kata firman ajak nonton udah pasti abngnya marah bilang gitu..trua ayu knpa nangis punca masalah dirinya yang cipta..Lol
Baca Semua Ulasan
ARWAH CINTA PENASARAN

ARWAH CINTA PENASARAN

Beberapa orang yang membacakan do'a telah kembali ke rumah masing-masing. Acara ritual pembacaan do'a kali ini tanpa hidangan apa-apa. Semua orang di rumah sedang didera rasa takut yang tercipta akibat kejadian-kejadian yang terjadi di hari-hari sebelumnya. Terlebih malam ini adalah malam empat puluh harinya. Empat puluh hari usia kematian seseorang masih banyak diyakini bahwa ia akan kembali. Si mayet akan menyambangi rumah nya dan menyapa anggota keluarga nya itulah mengapa mereka sangat ketakutan.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai pengamalan sila ke-4 di rumah
Baca
+Pustaka
ISTRI YANG KAU SIA-SIAKAN TERNYATA KAYA RAYA

ISTRI YANG KAU SIA-SIAKAN TERNYATA KAYA RAYA

protes Richard yang tak terima dengan pekerjaan Sila. "Sebenarnya, Abang sudah tidak memperbolehkan SIla untuk ikut bekerja, hanya saja, Sila bosan kalau di rumah saja tidak ngapa-ngapain. Ingin bekerja di rumah sakit kembali, Abang tidak mengizinkan. Jadilah, Sila bekerja di sana. Kakak tenang aja, Sila cuma nganterin minuman aja kok, tidak lebih," ucap SIla meyakinkan suaminya.
1017.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 645 kali sebagai pengamalan sila ke-4 di rumah
Baca
+Pustaka
Ini Uangku, Mas!

Ini Uangku, Mas!

Apakah aku salah dengan jalan pikiranku? "Makanya, jadi perempuan harus tegas dan jangan diam aja. Kalau suamimu salah ya ngomong dengan caramu, jika sebuah kesalahan dibiarkan, akan terjadi lagi dan bahkan berulang hingga dijadikan kebiasaan." "Iya, Bu." "Ingat! Jika kamu ngontrak, jangan pernah mempersilahkan Ima masuk rumahmu, jika ia ada perlu sama Aga, cukup di luar saja."
1073.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai pengamalan sila ke-4 di rumah
Baca
+Pustaka
Rumah nomer Tujuh

Rumah nomer Tujuh

Zaki: (mundur pelan, gemetar) “Gue gak nulis itu...” --- Dan Malam hari – ruang tengah Keempatnya ngumpul. TV di nyalain cuma buat ngilangin sunyi. Tak ada yang bicara lama. Sampai Raka buka suara. Raka: “Kita harus ngomongin ini. Rumah ini... ada yang gak beres.” Zaki: (nunduk) “Aku gak mimpi lagi. Sekarang... kayak dia udah di sini.”
10846 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai pengamalan sila ke-4 di rumah
Baca
+Pustaka
Menjadi Babysitter Anak Suamiku

Menjadi Babysitter Anak Suamiku

Pun keluarga Bang Amar. Tanpa menunggu lama, aku segera bangkit dengan alasan ingin melaksanakan shalat isya karena adzan yang mulai berkumandang. "Nggak ke masjid?" tanyaku saat melihat Bang Amar menggelar sajadah di kamar. "Di rumah aja, ya, untuk kali ini." Bibirnya menyungging senyum simpul. "Ya udah, Zana tunggu buat jamaah."
1041.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai pengamalan sila ke-4 di rumah
Baca
+Pustaka
Garis Dua Yang Yertunda

Garis Dua Yang Yertunda

Jawab Salma “Sayang dengarkan Mas! Kita hidup dengan prinsip kita sendiri. Kalau kita terus mengikuti apa yang mereka inginkan dan itu hanya mempersulit, maka kita akan mati perlahan sebelum waktunya.” “Hari ini, jangan kemana-mana. Cukup diam di rumah. Jangan buka pintu selain kurir atau orang yang kita kenal baik. Jangan terus menyakiti diri sendiri. Abaikan jika itu membuat kita cape.”Ucap Ferdi tegas.
493 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai pengamalan sila ke-4 di rumah
Baca
+Pustaka
Pesugihan Kandang Bubrah

Pesugihan Kandang Bubrah

“Apa yang harus kita lakukan?” “Bakar surat dan foto itu. Tapi jangan di rumah. Lakukan di tanah tinggi. Bersihkan energi dari tempat kalian tinggal. Dan ajari anak kalian... untuk mengenali perbedaan antara teman dan penunggu.”
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai pengamalan sila ke-4 di rumah
Baca
+Pustaka
Pusaka Idaman Gadis Desa

Pusaka Idaman Gadis Desa

Ia merasa seperti baru saja dijatuhi hukuman mati tanpa sempat membela diri. Bayangan warga desa yang datang mengepung rumahnya dengan obor dan pentungan mulai berkelebat di kepalanya. Di desa yang memegang teguh adat seperti ini, menjamah tante sendiri adalah dosa yang tidak akan pernah diampuni. "Gusti... Silvi beneran lihat semalam?" Ia mengingat posisi jendela dapur rumahnya yang memang berhadapan langsung dengan dapur rumah Silvi. Hanya terhalang jarak sekitar dua meter.
8.455.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai pengamalan sila ke-4 di rumah
Baca
+Pustaka
Perjanjian Leluhur

Perjanjian Leluhur

"Kalau tuan mengijinkan, aku ingin stay cation di hotel termewah di Jakarta." "Terserah kau, asal jangan di home stay." "Memangnya kenapa di home stay, tuan?" "Apa bedanya dengan tidur di rumahku?" Mereka memasuki gerbang tol. Melati menatap mesin tapping beberapa kejap, lalu palang terbuka, sedan melaju kembali. Cakra menegur, "Aku sudah bilang, jangan gunakan ilmu bangsamu di tempat umum, bagaimana kalau ada yang melihat?"
9.947.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 947 kali sebagai pengamalan sila ke-4 di rumah
Tampilkan Ulasan (21)
Baca
+Pustaka
Enday Hidayat
Terima kasih buat semua readers, teristimewa untuk yang memberi quotes dan gem, kehadiran kalian telah memberi sumbangsih besar dalam penyelesaian cerita ini. Sudah terbit: Mengejar Cinta Puteri Bangsawan
Kurnialam
Satu Hal yang membuatku makin suka baca novel ini adalah tata bahasa yang digunakan adalah tata bahasa millennial. So, saat kekaguman pada Bastian Tito & Kho Ping Hoo berpadu dengan bahasa Gen Z, novel ini memberikan nuansa yang segar & mengena di hati. Terlebih ada sentuhan kritik Bang Iwan ......
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status