Istri Ke-4 Tuan Tanah
Semua pertempuran baru saja selesai. Ratih yang tampak terkelepai di bawahnya, Prapto hanya memberi kecupan singkat di kening, “Malam yang luar biasa, Ratih. Tak salah aku menjadikanmu istri ke empatku.” Terkekeh. Segera turun dari ranjang, mengenakan jarit dan surjannya, serta kembali ke kamarnya untuk beristirahat.