Berbagi Pilar
Kenyataannya Hariadi wafat dua tahun setelah mereka tinggal di sana.
“Aku salut sama kamu. you sacrifice your life, Sil” Ninet menepuk bahu Sila.
“Bapakku, beliau itu hidupku”
“Sorry, aku masih belum peka, ya”
“Nggak apa-apa, kok, memang agak sulit memutuskan antara keluarga dan karir” “eh, tunggu, kayaknya kita sama, deh, bedanya kamu pilih menikah, aku pilih jaga Bapak, we’re both ruined our dear life!” Sila tertawa lepas.
Bab Populer