KUBELI KESOMBONGAN IPARKU
Air panas di dispenser berada di dekat mama berdiri tegak sambil menyoroti aku membuat teh.
"Kamu ini tidak terlihat orang kaya loh, kok bisa ya ternyata papamu itu pemilik perusahaan, punya dua perusahaan tempat anak-anakku bekerja pula, apa ini semua sudah rencana kamu, Nilam?" tanya Mama Desti. Tangannya dilipat tapi kakinya sudah santai, pahanya menyadar di ujung wastafel.
Aku yang membutuhkan air panas pun berdekatan dengannya lalu menekan tombol merah untuk menyeduh teh manis. Air terdengar mengucur ke secangkir gelas yang berisikan teh dan gula.