GEMA JATI
“Aku akan ke rumah Yuswan. Terima kasih, Gin, Nak Jiwa.”
“Saya ikut, Paman Lin!” Jiwa ikut berdiri, lalu menoleh ke Adipati Ginggana. “Boleh, kan, Papa?”
“Ya.”
“Tumben kau bolehkan anakkau pergi larut malam.” Ayah Jati berdecak, menyunggingkan senyum meledek.
Adipati Ginggana menjawab enteng, “Karena ada kau dan karena aku juga ikut.”
Hot Chapters