Antara Dendam dan Penyesalan
Sementara, sang bos yang gagah perkasa terlihat begitu tak berdaya dengan pisau berbentuk cakar di tangannya.
Melihat Jena dan Yesa yang berdiri di dekat pintu, wajah mereka seketika berubah dan dengan acuh tak acuh mereka berkata kepada kedua orang tersebut, "Kemarilah dan hibur aku."
Jena tampak bingung dan berkata, "Kak George, kamu ingin kami menenangkan wanita yang kamu buat menangis?"
Yesa terlihat lebih lembut dan menarik keluar kelinci jerami dari sakunya, lalu menaruhnya di depan Selena. "Nah, jangan menangis lain, ayo mainkan saja kelinci ini."
Bab Populer