Sang Kusir
Genta tertawa terbahak-bahak.
Sementara salah satu jarinya membelai pipi mulus putri Anandya menikmati kehalusan kulit gadis itu.
“Hahaha, apa kau ingin mencobanya, Genta? Jika kau memang berminat, cepatlah pakai, aku sudah bosan berada di hutan ini,” seru Warangas salah satu pemimpin pendekar golongan hitam.
“Hahaha, aku mau, tapi …,” Genta berhenti dan melirik ke arah dua gadis yang diikat di samping kirinya seperti seorang yang sedang meminta persetujuan.