Hai Om, Aku Calon Istrimu!
Di antara semua obrolan soal mantan, bekal, dan bumbu cinta, kenyataan mendadak menepuk pundakku—judul skripsi kami baru saja di-ACC dosen pembimbing.
“Udah, sekarang kita balik ke dunia nyata,” kataku sambil membuka halaman catatan. “Judul udah di-ACC, artinya kita harus ngebut ngerjain bab dua sebelum dosen keburu berubah pikiran.”
Safa mendesah panjang, lalu merebahkan diri di sofa. “Ugh, kenapa cinta dan skripsi nggak bisa jalan bareng tanpa bikin kepala meledak, sih?”