Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kaya Tujuh Turunan dalam Sekali Klik

Kaya Tujuh Turunan dalam Sekali Klik

Tapi ada satu pengecualian: garis merah yang berkilauan, melintasi permukaan tubuh Legion, tanah, reruntuhan bangunan, bahkan seluruh dunia tampak di mata Ian. Garis merah yang terhampar di seluruh dunia ini adalah garis kematian, garis yang seharusnya hanya bisa dilihat oleh seorang Dewa Kematian. Ketika garis itu terpotong, tak ada yang bisa melarikan diri dari takdir kematian, baik itu makhluk hidup, benda mati, atau bahkan dunia ini sendiri. Saat Ian melihat garis kematian yang memenuhi dunia merah ini, ia merasakan kekuatan dahsyat yang menggelora di dalam dirinya. Ia merasa mampu menghancurkan dimensi ini hanya dengan satu gerakan tebasan pisau miliknya.
1043.1K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as garis tangan kematian
Read
+Library
Mati Untuk Hidup

Mati Untuk Hidup

Dia juga melemparkan tangan Satria yang diletakkan di punggungnya, dengan mata merah dan basah penuh kebencian. Tetapi, anakku, bukankah kamu paling benci jika aku ikut campur dalam hidupmu? Bukankah kamu selalu merasa aku seperti orang gila, dan berharap aku berada sejauh mungkin darimu? Kenapa kamu, yang begitu menginginkan kematianku, malah jadi begini setelah keinginan itu menjadi kenyataan? Mertuaku duduk di samping dengan rasa bersalah. "Aku juga nggak tahu, penyakit ini bisa membuatnya meninggal begitu saja ...."
7.9K viewsCompletedAdded to Library 221 Times as garis tangan kematian
Read
+Library
Karma Dibalik Kematian Palsu Suamiku

Karma Dibalik Kematian Palsu Suamiku

"Selamat jalan ibu, selamat jalan Josua. Kenapa hanya aku yang harus merasakan rasa sakit yang mencabik hari ini?" Usai bicara, aku menusukkan jarum ke jari-jari tangan dan kaki Josua satu per satu. Lalu, aku melakukan hal yang sama pada ibu mertuaku. Aku bisa merasakan tubuh mereka sedikit gemetar. Meski sedang tidak sadar, rasa sakit tetap terasa. Kemudian, aku mencukur habis rambut dan alis mereka, merias wajah mereka dengan riasan khas jenazah dan mengenakan pakaian pemakaman kepada mereka. Barulah aku merasa puas.
9.1K viewsCompletedAdded to Library 329 Times as garis tangan kematian
Read
+Library
Kaisar Badai Petir Zera

Kaisar Badai Petir Zera

"Apa kamu melihat tanda bahwa Azzumar dan Louyi melakukan hal demikian?" "Ya, aku melihatnya pada lingkaran tangan mereka. Dengan menyatukan kekuatan jempol sehingga berbentuk silang jika dilihat dari bekasnya. Maka di situlah Dewa Kematian akan keluar dari dalam tubuh dan merenggut nyawa pemanggilnya. Namun, kekuatan itu ia salurkan melalui tangan musuhnya." "Uhg... Baiklah, boleh bantu aku berdiri, Tempest?" Azzura meraih pundak Tempest.
101.5K viewsCompletedAdded to Library 39 Times as garis tangan kematian
Read
+Library
Di Kala Kematian Anak Kembarku

Di Kala Kematian Anak Kembarku

Pecahan porselen berserakan di lantai. Aku menoleh melihat guci abu, tapi guci yang berisi abu kremasi Misya sudah tidak ada lagi. Pikiranku seketika kosong. Aku lupa cara bernapas, seolah setiap detak jantungku diremas dengan sangat keras. "Ah!" "Misya!" "Misya-ku sayang ...." "Marcel, Misya sudah mati mengenaskan, kenapa kamu tega melempar abunya? Apa kamu masih punya hati?!"
4.5K viewsCompletedAdded to Library 112 Times as garis tangan kematian
Read
+Library
Hasrat yang Mematikan

Hasrat yang Mematikan

Aku sudah lama mengalami frustrasi seksual hingga hormonku tidak seimbang. Jadi aku pergi ke salon pijat yang direkomendasikan temanku, berharap bisa sepenuhnya menyembuhkan kekosongan fisikku. Ketika tangan besar dan panas tukang pijat pria muda dan berotot itu menyentuh tubuhku, aku merasakan hasrat yang lebih membara di dalam diriku, mengancam untuk menghancurkan akal sehatku.
20.4K viewsCompletedAdded to Library 692 Times as garis tangan kematian
Read
+Library
Penguasa Sembilan Pintu Kematian

Penguasa Sembilan Pintu Kematian

Ke-sepuluh pembunuh bayaran dari organisasi Tangan Kematian itu kalang kabut berusaha menghindar. Sedangkan Kasim Zheng dengan mudah mematahkan serangan itu. Kini dia terbang ke arah Rou dan menyerangnya dengan tongkatnya. Tongkat perak berkilau itu berputar cepat dan membuyarkan formasi jurus Pedang Sisik Naga. Sekali lagi, Rou terpental dan hampir saja menabrak tiang aula utama. Beruntung seseorang menangkap tubuhnya sebelum membentur tiang batu.
103.9K viewsCompletedAdded to Library 82 Times as garis tangan kematian
Read
+Library
Petaka Dua Garis Merah

Petaka Dua Garis Merah

Aku hidup tapi terasa mati. "Do'akan Naya, Mak, semoga bisa membahagiakan kalian semua." Emak berjalan ke arahku lalu memeluk tubuh ini erat. *** Setelah aku membuatkan Mas Rangga hiasan seserahan. Satu persatu orang mulai memakai jasaku. Benar kata Emak, jika rejekiku ada di sini. "Mau ke mana, Nay?" tanya Emak saat melihatku mengalungkan tas kecil.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 94 Times as garis tangan kematian
Read
+Library
Anak Kembar sang Miliarder yang Dirahasiakan

Anak Kembar sang Miliarder yang Dirahasiakan

Dengan sangat terpaksa, ia menekan tombol danger pada remote control di tangannya. Sebuah palang seketika muncul menghadang jalan. Hanya tersisa sedikit ruang di sisi kanan untuk bisa lolos tanpa menabraknya. Menyaksikan hal itu, seluruh urat dalam tubuh Kara menegang. Napasnya pun tertahan. “Tidak, aku belum mau mati ...!”
10501.8K viewsCompletedAdded to Library 11.0K Times as garis tangan kematian
Show Reviews (43)
Read
+Library
evaluasi alamiah
Bagus sih pas awal2 cerita,alurnya sedikit bertolak belakang.Biasanya CEO nyari tau atw mw tanggung jawab si Frank ini malah sebaliknya.Kakek biasanya seneng dpt cucu,Rowan ini malah sempet mw bunuh.Tapi mkn ke sini agak kurang gmn gitu,dialognya kaya kurang macho bwt tokoh Frank.
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Read All Reviews
Sisi Liar Mematikan!

Sisi Liar Mematikan!

nada suara Mirna terdengar sangat dingin dan mengoyak hati. Erlangga hanya bisa mendengus dan memukul kemudi. Dia sangat putus asa hingga merasa hidup tidak penting lagi baginya. “Baik, kalau begitu bagaimana kalau kita mati bersama?” Erlangga menyalakan mesin mobil dan bersiap menginjak pedal gas.
3.4K viewsCompletedAdded to Library 73 Times as garis tangan kematian
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status