Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
NAJENDRA

NAJENDRA

Balai Agung, di kamar Najendra saat ini sedang dihuni oleh beberapa jin dan satu siluman. Di antaranya ada siluman ular (Blorong) yang memiliki wujud setengah ular dan setengah manusia perempuan, lalu jin api yang kerap disebut sebagai Banaspati yang tidak punya tubuh utuh, dia hanya berupa tengkorak kepala yang berselimutkan api. Kemudian ada jin batu akik yang memiliki wujud manusia namun itu bukanlah wujud aslinya.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai gaṇeśa
Baca
+Pustaka
Sang Naga Bumi

Sang Naga Bumi

“Rekrut orang untuk membantumu, jangan sampai kelelahan.” Bibi Guo mengangguk cepat. “Bagaimana saya harus memanggil Anda?” “Namaku Qin Guan.” “Qin Guan?” suara Bibi Guo bergetar. “Apa Anda Jendral Pemberani … Qin Guan?”
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai gaṇeśa
Baca
+Pustaka
Kaisar Dewa Gombal

Kaisar Dewa Gombal

Ia hanya mengawasi Bagas mengambil tiga pisau berkarat itu, memegang ketiganya di tangan kiri, lalu berdiri di tengah halaman dengan ekspresi orang yang sedang memikirkan sesuatu yang sangat serius. Jurus Belati Kembara. Itu yang terbuka di dalam pikirannya tadi malam ketika ia mencoba memahami batas kemampuan Jalan Manusia. Telekinesis bukan hanya mendorong dan menarik. Ia bisa memandu benda bergerak dengan lintasan yang ditentukan, berbelok, berbalik, mengikuti pola yang sudah diprogram sebelumnya. Bagas melempar ketiga pisau itu ke udara.
704 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai gaṇeśa
Baca
+Pustaka
Godaan Nakal Brondong Manis

Godaan Nakal Brondong Manis

Kepala Caroline muncul di pintu dapur. "Iya sayang, ini sudah siap." Edgar membawa nampan Besar, di atasnya ada semangkok jumbo popcorn coklat dan 2 gelas susu dengan toping marsmellow. "Waaah amaziiing, sukaaa sekaliiii. Terima kasiiih sayaaang!" Caroline mengecup pipi Edgar dengan gemas.
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai gaṇeśa
Baca
+Pustaka
Sang Bangsawan

Sang Bangsawan

"Kelompok ke dua.... James, Lauren, Abyaz, Velmort, Pohan." Pada kelompok ke dua, Aslan menatap seorang Ksatria yang kemarin sempat mengajaknya berlatih, kini ia berjalan ke depan dan berdiri di belakang barisan kelompok satu. Meskipun Aslan tak tahu pasti siapa namanya, namun ia cukup hebat karena terpilih oleh bola yang katanya ajaib itu. "Lanjut. Kelompok ke tiga.... Rainer, Gavin, Nail, Dafid, dan Flour."
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai gaṇeśa
Baca
+Pustaka
Prabu

Prabu

Prabu sudah tidak kuat! Seperti mencari pertolongan, langkah kaki Prabu mencari tempat dimana dia bisa tenang. Tatapan matanya sudah kosong. Ia pun menyeret tas yang seharusnya digendong. Yang ia tahu, di sekitar sini ada sungai yang cukup dalam dengan arus yang terkenal berbahaya.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai gaṇeśa
Baca
+Pustaka
Renggali

Renggali

Mata yang saling memandang, dengan senyum dia berbisik di telinga Riska. Memang cinta itu bagaikan pedang bermata dua. Bisa membuat bahagia, dan juga sebaliknya. Seperti roda yang berputar! terkadang melayang tinggi, dan juga bisa terjun jatuh dengan berbagai ranjau di bawahnya. Saking miripnya dengan pohon sakura yang hanya ada di jepang? Orang-orang setempat juga menyebut pohon ini adalah pohon sakura Gayo. Namun? Itu hanya sebuah julukan saja.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai gaṇeśa
Baca
+Pustaka
ZANNA

ZANNA

Siapa lagi kalau bukan Ele, atau nama lengkapnya adalah Eleina. Ele merasa risih dengan pujian yang dilontarkan oleh setiap siswa untuk memuji Zanna adik kelasnya, Ele merasa Zanna menyaingi dirinya. Ele tidak suka Zanna mendapat banyak pujian dan sanjungan dari siswa.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai gaṇeśa
Baca
+Pustaka
Bhu & Akra

Bhu & Akra

jawab Cakra dan membuat Ana mengerucutkan bibirnya. “Karena Bhu lebih dari sekedar cantik bagi Akra. Bhu, sempurna.” Sempurna untuk kumanipulasi, lanjut Cakra dalam hati. Ana mencoba untuk menahan senyumnya, tetapi tetap saja bibir Ana tertarik menjadi sebuah senyum malu-malu. Ana mengalihkan pandangannya dan memilih untuk meminum jusnya kembali, tapi tiba-tiba tangan Ana gemetar hingga cup di tangannya terlepas begitu saja dan terjatuh menghantam tanah seiring dengan jeritan terkejut Ana. Wajah Ana memucat serta tubuhnya juga bergetar hebat.
1012.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 447 kali sebagai gaṇeśa
Baca
+Pustaka
Gemintang

Gemintang

“Deva juga ayahnya, dia perlu Jivan sebagai penerusnya. Nggak ada anak laki-laki di keluarga kami,” “Jivan nggak punya darah Naratama, dia anak saya,” “Berhenti jadi egois, Jana,” tutur Sena, nada suaranya mulai menurun. “Kamu yang egois, Sena. Kamu yang memisahkan saya sama Jivan,”
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 210 kali sebagai gaṇeśa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status