Dewa
Setelah semuanya beres dia ambil hapenya dan berjalan menuruni tangga.
Eih... ada yang kurang. Dewa menggagapi lehernya. Biasanya di sana ada benda yang tergantung. Apalagi kalau bukan kamera SLRnya. Oh Tuhan! Dia baru ingat kameranya hilang. Dia pun hanya bisa mendesis kesal. Ketika melewati ruang tengah, dia melihat seranjang buah-buahan yang ada di atas meja. Dia memasukkannya beberapa butir lalu pergi. Rumah ditutup rapat, tak lupa garasi dan pintu belakang. Tak perlu khawatir Nyonya Finda tidak bisa masuk nanti. Dewa yakin ibunya telah membawa kunci duplikat. Hari itu dia pergi menggunakan motor Ninjanya. Sebenarnya sih malas, tapi berhubung sepedanya masih di rumah Chika ya mau bagaima
인기 회차