Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Gelora Hasrat Terlarang

Gelora Hasrat Terlarang

Kali ini bahkan lebih deras dan kencang. “J—Jo haanghh, nhaaa—NGHAAAHHH!” Benar saja, gelombang yang datang kali ini jauh lebih nikmat. Kedua matanya memutar, hingga apa yang Jiyya lihat hanyalah putih. Jiyya mungkin tidak tahu, tetapi saat ini Joan tengah tersenyum lebar meski lidah tak berhenti menjilati puncak dadanya.
104.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai gelo
Baca
+Pustaka
TARO

TARO

“Bagaimana bisa ada Taro di sini?” “Aku pecinta Taro. Ada banyak stock di lemari.” Iya menunjuk lemari di dekat kabin dapur. Astaga, orang ini tidak memiliki makanan di kulkasnya dan bisa-bisanya dia men-stock minuman Taro? Tapi memang tidak kupungkiri rasa taro memang nikmat. “Tunggu sebentar, akan aku buat.” Sepersekian detik berikutnya Aksa sudah menghilang dari hadapanku.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai gelo
Baca
+Pustaka
Patah

Patah

Lalu dia mengambil gambar dua gelas minuman dingin dan mengirimkan foto itu ke Nayara. MGP : Satu gelas lagi buat Lydia aja? Milo shake with oreo and cheese Ph Nay : Oke. You win. Gue ke sana. *** Bersambung
1028.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 602 kali sebagai gelo
Baca
+Pustaka
GADIS

GADIS

Reuni? Kembali rasa takut dan khawatir merajai alam bawah sadarku. Reuni, sebuah kata yang asing bagi orang introvert sepertiku. Yang kutahu, reuni adalah sebuah ajang pertukaran pertanyaan. Pertanyaan tentang gaji dan pekerjaan, tentang anak dan pernikahan, tentang kesuksesan dan kegagalan, tentang segalanya. Dan reuni adalah hal yang paling menakutkan untuk seseorang yang bukan apa-apa sepertiku. Reuni itu menyeramkan seperti Picolo, musuh bebuyutan Shun Go Ku di film kartun kesukaanku semasa kecil, Dragon Ball. Dan jelas, undangan reuni yang kuterima pagi itu lebih menakutkan daripada menghadiri seratus acara pernikahan. “Bu, ada undangan reuni, aku datang tidak ya?” Tanyaku pada Ibu yang
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai gelo
Baca
+Pustaka
EMERALD

EMERALD

Tolong Alin. Alin takut dengan hujan, Alin takut dengan suara geludug yang sangat kencang ini, Alin takut kilatan petir yang jelas terlihat di mata itu. Alin takut kalau hujan akan kembali membawa Alin lagi. Alin takut hujan kali ini akan jahat pada Alin. Alin menangis histeris, ia sangat trauma dengan hujan, ia tidak sanggup. Ada kejadian yang ia takut, ia tidak bisa melupakan kejadian itu. Hal itu sangat melekat di ingatannya
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai gelo
Baca
+Pustaka
Gemintang

Gemintang

Johnny terlihat malu. “Hahaha,” Revian dan Elenio tertawa keras. Mereka menghabiskan pagi itu dengan jogging dan saling mengobrol ringan. “Kak, gendongin dong,” “Anjir, badan lo dikira kecil? Udah kayak titan gini juga,” “Lebih gedean kakak,” “Iya juga. Tinggi kamu 173, kan?” “174, Kaaak !!!” “1 cm berharga, ya? Hahaha,” ledek Elenio.
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 182 kali sebagai gelo
Baca
+Pustaka
Gila Karena Penyesalan

Gila Karena Penyesalan

Latar belakangnya adalah kabin helikopter penyelamat. Di dalam rekaman itu, Sherly bersandar di dekat jendela. Wajahnya sama sekali tidak menunjukkan gejala pusing atau sakit. Dia menunduk melihatku yang saat itu masih tergeletak di salju. Lalu dengan tatapan penuh kemenangan dan provokasi, menjulurkan lidah dan membuat wajah mengejek. Seluruh aula mendadak sunyi.
14.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 420 kali sebagai gelo
Baca
+Pustaka
LORO

LORO

Chan--lelaki kurus dengan pedang di pinggangnya mundur beberapa langkah setelah gelombang kedua menyusul. Byar Gadis dengan tubuh terikat itu tidak dapat berkutik melawan keganasan gelombang. Senyap--ketika para awak kapal melihat tubuhnya yang termandikan air laut. Perasaan tak mengenakan hati mulai menghantui pikirannya. Suara gemuruh terdengar riuh di atas langit. Angin menyapu helaian rambut dengan begitu kasar menghilangkan percikan air yang sempat menyentuh tubuh.
104.1K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai gelo
Baca
+Pustaka
GRALEO

GRALEO

Gestiamustikaadiprajglaresgrooprofil gelaplelap
Ucap graleo Alea kini menangis dengn menatap gara yang sepertinya akan kembali ke alam bawah sadarnya Dan benar graleo kembali, tapi tidak menjadi graleo yang seperti biasanya Graleo menatap alea "kamu nangis?, knp sayang? " Alea mengusap air matanya 'lho kok' batinnya heran Graleo mendekat dan memeluk Alea yang terduduk lesu "aku kangen kamuuu" Rengek graleo
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai gelo
Baca
+Pustaka
Gelang Langit

Gelang Langit

Gema-gema yang terlantar menemukan tempat untuk bersarang, dan lambat laun membentuk rongga untuk bertahan. Mereka melangkah masuk. Semakin dalam, semakin aneh dunia di sekeliling mereka. Cahaya tak datang dari atas, tapi dari bawah—dari genangan air setipis kulit di lantai yang memantulkan cahaya biru pucat. Tirta menyentuhnya dengan ujung jari. "Hangat... kayak kulit manusia." "Itu bukan air biasa," Rakasura memperingatkan. "Itu gema cair. Suara yang terlalu padat untuk terbang, terlalu ringan untuk mengendap."
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai gelo
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status