BERCINTA DENGAN HANTU
Setelah ku dapat garam yang dimaksud, aku melajukan motorku pulang, sampai di depan pagar rumah aku parkir sepeda di luar, dengan asumsi, kalo ada apa-apa aku cepat larinya
Pagar kubuka pelan-pelan, seakan-akan takut membangunkan penghuninya,
‘Tapi apa mungkin hantu itu tidur’ batinku
Pelan-pelan aku melangkahkan kaki, kutaburkan garam grosoknya ke seluruh halaman, dengan sedikit berjingkat kulangkahkan kakiku ke pintu, kubuka perlahan pintu agar tidak menimbulkan bunyi, dengan asumsi atau harapan si hantu tidak menyadari kehadiranku
Kutaburkan garam ke seluruh lantai, sambil berjalan perlahan aku naik ke lantai atas, tak lupa setiap langkah kutaburkan garam hingga mencapai lantai atas
Hot Chapters