Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hasrat Terlarang Sang Pelakor

Hasrat Terlarang Sang Pelakor

Ia melipat pakaian yang sudah kering, matanya menatap tajam ke arah Sri di sampingnya. "Bibi mah cuma ngingetin, Neng kan masih muda, cantik. Banyak kok laki-laki yang pasti mau sama Sri. Jangan sampai tergoda sama suami orang. Engke disebut pelakor," lanjut Bi Minah, kalimat terakhirnya terdengar seperti peringatan yang tegas. (Nanti disebut perebut laki orang).
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai godaan sang pelakor
Baca
+Pustaka
Godaan Liar Mantan Kekasih

Godaan Liar Mantan Kekasih

Bayangan masa lalu datang berkelebat, Rosaline dengan senyumnya yang lembut, dengan suara yang dulu membuatnya lupa segalanya. Harley mengingat bagaimana cinta terlarang itu dimulai dengan kesalahan kecil, dan berakhir dengan kehancuran besar. Suara di kepalanya bergema. “Aku tidak ingin melukai siapapun, Harley. Tapi aku mencintaimu.” ucap Rosaline dimasa lalu. Kata-kata itu dulu terasa manis, kini seperti racun yang tak bisa ia singkirkan. Ia memukul meja keras hingga gelas di atasnya bergetar.
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai godaan sang pelakor
Baca
+Pustaka
Denyit Ranjang Ibu Tiri

Denyit Ranjang Ibu Tiri

Kebanyakan pelakor berwajah tebal setebal kulit gajah Beberapa orang kebetulan melintas lalu menertawai Marni "Itu hukuman bagi pelakor sepertimu, bau comberan cocok sama hati kamu" "Kurang ajar kalian"
7.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 251 kali sebagai godaan sang pelakor
Baca
+Pustaka
Puber Kedua Pak Suami

Puber Kedua Pak Suami

Kepalanya tiba-tiba terasa berdenyut dan tubuhnya lemas karena syok. Sementara itu, kini Gilang mengarahkan kamera ponsel ke arah wajahnya. “Guys, cukup sekian dulu ya live nya yang berjudul Hajar Pelakor. Semoga ini bisa diambil hikmahnya. Untuk yang lelaki, cobalah untuk setia. Untuk yang perempuan apalagi yang punya wajah cantik, jangan gunakan kecantikan itu untuk menjadi pelakor. Pikirkan perasaan perempuan lain. Kalau nggak mau dicubit, tentunya jangan mencubit dulu. Begitu ya, guys. Saya pamit dulu ya, selamat malam,” ucap Gilang menutup acara live nya di salah satu akun media sosialnya.
11.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 451 kali sebagai godaan sang pelakor
Baca
+Pustaka
REKAMAN DESAH DARI SEKRETARIS SUAMIKU

REKAMAN DESAH DARI SEKRETARIS SUAMIKU

Kalau untuk mendapatkan kebahagiaan, rasanya mustahil seorang pelakor akan hidup bahagia dengan orang yang sudah direbut dari keluarga lain. Tidak sedikit pelakor yang justru di hajar istri sah, ada juga istri yang memiskinkan suaminya setelah ketahuan memiliki perempuan lain, banyak juga istri sah yang memviralkan pelakor di dunia maya, terutama f******k dan tiktok. Kalau sudah seperti itu, apakah mereka akan bahagia? Mustahil. Nama dan wajah mereka sudah dikenal dan di cap sebagai pelakor, seluruh jagad raya akan tahu itu. Salah satu gelar yang sangat dibenci oleh warga +62, yaitu pelakor. Namun, belakangan ini berita seputar orang ke tiga semakin banyak saja berseliweran, secara tidak lan
1019.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 663 kali sebagai godaan sang pelakor
Baca
+Pustaka
GADIS YANG MENGGODA

GADIS YANG MENGGODA

ucap madam Gisel melihat begitu banyak uang dihadapannya. Marni terus bernyanyi sekarang dia melekukkan tubuhnya, membuat hasrat lelaki yang menontonnya timbul ingin segera menungganginya. Marni menggoyangkan pinggulnya karena menyanyi music dangdut kata orang dangdut kurang lengkap tanpa goyang. Bagaikan sayur tanpa garam tidak ada rasanya. Suara Marni yang merdu. Wajah yang cantik. Ditambah goyangan yang sedikit erotis membuat semua orang tergila-gila padanya. Secara alami gelora asmara pada tubuh mereka membara.
1013.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 510 kali sebagai godaan sang pelakor
Baca
+Pustaka
Godaan Salah Sasaran Berujung Pernikahan

Godaan Salah Sasaran Berujung Pernikahan

“Aku lebih suka goyanganmu sayang. Dia tidak ada apa-apanya dibandingkan denganmu. Daripada menangis, bagaimana kalau kamu layani aku di tempat tidur sekarang.” PLAK! “Kamu tahu aku sedang marah. Tapi kamu berbicara dengan begitu enteng, aku beri kamu kesempatan pecat dia. Atau aku laporkan kamu pada Paman dan Bibi?” Noah menahan napas, ia berusaha menenangkan Roselia. Lalu memeluknya lagi. “Sayang aku mengaku salah. Dia yang pertama kali menggodaku, aku pasti akan memecatnya. Pasti sayang, aku tidak akan berbohong.”
5.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai godaan sang pelakor
Baca
+Pustaka
Godaan Hasrat Terlarang Ayah Temanku

Godaan Hasrat Terlarang Ayah Temanku

“Bunga ini sangat cocok untukmu, Joanna. Cantik di luar, tapi busuk di dalam. Semua orang sudah tahu bagaimana caramu mendapatkan posisimu sekarang. Nikmati masa skorsingmu, pelacur kantor.” Joanna melempar kartu itu ke lantai. Napasnya mulai pendek-pendek karena serangan panik yang menyerangnya. Belum sempat ia menenangkan diri, ponselnya di atas meja makan bergetar tanpa henti. Rentetan pesan W******p masuk dari nomor yang tidak ia kenal, namun ia tahu persis siapa pemilik gaya bahasa itu.
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai godaan sang pelakor
Baca
+Pustaka
Godaan Kupu2 Malam

Godaan Kupu2 Malam

Doorrr! Bau anyir yang asing menguar terhirup oleh indera penciuman. Celia terperanjat, membeku dengan situasi yang begitu cepat. Lucas tersungkur dengan punggung berlubang bersimbah darah. Celia terpaku bagai patung, beberapa detik kemudian suaranya pecah memanggil kekasih hati. Dunia Celia gelap seketika. FlashBack Off
712 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai godaan sang pelakor
Baca
+Pustaka
Aku Pelakor?

Aku Pelakor?

Hanya saja, aku yang semula duduk di tempat utama, yang mewakili posisiku sebagai Ibu, ditendang dan digantikan oleh orang lain untuk duduk di kursi tersebut. Di atas panggung, pembawa acara dengan penuh semangat menceritakan kisah cinta putraku dan menantuku. Jimmy Zulfikar dan Liana Wendar duduk di kursi yang mewakili "ayah" dan "ibu". Mereka mendengarkan dengan senyuman di wajah mereka dan saling melirik satu sama lain dari waktu ke waktu. Mata Liana berkaca-kaca dan dia menggenggam tangan Jimmy erat-erat.
7.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 166 kali sebagai godaan sang pelakor
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status