Dia, Adnan.
Saat melihat Kantin lumayan penuh karena orang-orang juga membeli makanan untuk makan malam, Fathia hanya bisa menghela nafasnya pasrah, ikut mengantri di belakang orang lain supaya ia bisa membeli makanan.
Sesekali Fathia melihat ponselnya, membuka aplikasi w******p untuk sekedar melihat grup yang dibuat ketika Thalia hilang, grup yang berisikan orangtuanya, mertuanya, saudara-saudaranya juga Kalila. Mereka sudah berjanji satu sama lain jika siapa saja yang pertama kali mendengar kabar mengenai Thalia maka secepatnya harus memberitahu di grup tersebut. Namun saat Fathia mengeceknya, tidak ada chat dari siapapun meskipun harapannya besar bahwa ada kabar mengenai Thalia.
Sikat na Kabanata