Hey, Danish!
“Jadi gini, apa hukumnya apabila saat berpuasa dan kumur-kumur di siang hari tapi gayungnya ketelen, Mah. Apakah puasa saya batal?”
Danish tergelak, tapi Arvin tidak. Dia dengan gaya serius mengangguk-anggukkan kepala, dan sebelah tangan mengelus dagu. Sebenarnya dia sedang berperan jadi Mamah Dengdeng atau siapa sih? Sejak kapan Mamah Dengdeng punya jenggot seperti di dagu Arvin itu?
“Alhamdulillah, Nak Hamam. Puasa Ananda tidak batal dan itu tidak apa-apa meski diteruskan, sebab salah satu syarat mutlak orang berpuasa haruslah orang yang berakal.”
Hot Chapters