Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aku Mati Kenapa Kalian Menangis?

Aku Mati Kenapa Kalian Menangis?

“Apa kau ingin mematahkan tanganmu sendiri?” Senia menoleh sedikit ke arah suara itu. “Nando…” ucapnya pelan. “Matamu sudah tidak bisa melihat,” lanjut pria itu tanpa memberi ruang untuk jeda, “apa kau ingin membuat tanganmu ikut tidak bisa digunakan?”
10555 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai hand to myself
Baca
+Pustaka
Penakluk Sihir Iblis

Penakluk Sihir Iblis

Huànyǐng menggigit bibirnya, lalu mengangguk kuat-kuat. Tiānyin menambahkan, “Kendalikan kekuatan di dalam tubuhmu. Handstand bagus untukmu.” Kali ini, ucapannya sedikit lebih panjang dari biasanya. Perlahan, ia mengulurkan tangannya, menembus segel pelindung. Huànyǐng tersenyum lebar, tanpa ragu meraih tangan Tiānyin. Jemari mereka saling menggenggam erat.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai hand to myself
Baca
+Pustaka
KAIN PENGLARIS

KAIN PENGLARIS

“Aku adalah kamu. Dan kamu adalah aku.” Lalu tiba-tiba, tangan dari dalam cermin muncul—mendorong permukaannya seperti air. Diah menjerit dan mundur, tapi tangan itu memegang pergelangan tangannya erat. Dingin, licin, dan berdenyut seperti daging hidup. “Lepas! Lepas aku!” teriak Diah sambil menarik tangannya.
6802 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai hand to myself
Baca
+Pustaka
Aku Tanpa Cintamu

Aku Tanpa Cintamu

"Aku nggak tahu, Han. Saat ini semuanya masih butuh sentuhan tanganku. Tak hanya hati, tapi juga banyak jiwa di sekelilingku. Bapak dan ibu yang semakin tua, Ziva, Zelda, dan karyawan-karyawanku yang harus menghadapi banyak perubahan." "Ya, dan aku sangat yakin bahwa kamu bisa. Kamu wanita kuat, Zee. Bahkan sebagai lelaki, aku justru banyak belajar dari kamu." Hening beberapa saat, sampai Handi mengeluarkan handphone. "Kuenya kubawa ke sini bukan untuk dicuekin, Zee. Ayolah dipotong dan make a wish." "Sebentar." Aku meninggalkan Handi menuju dapur butik untuk mengambil piring kecil. Tak lupa membawakan lelaki itu air mineral.
103.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai hand to myself
Baca
+Pustaka
Silakan Atur Sendiri Uangmu, Mas!

Silakan Atur Sendiri Uangmu, Mas!

Andai aku kaya, sudah kutinggalkan motor ini lalu aku langsung beli lagi. Belasan menit aku berjalan seorang diri, dapat kulihat ada sebuah papan bertuliskan tambal ban. Kupercepat langkahku. "Bang, tambal ban!" ucapku dengan nada suara lumayan keras. Sosok lelaki yang sedang duduk berjongkok dengan posisi memunggungiku yang tak tau sedang melakukan apapun menolehkan kepalanya ke arahku.
10102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai hand to myself
Baca
+Pustaka
VAMPIRE HANDSOME, MYBOY

VAMPIRE HANDSOME, MYBOY

Dengan dua tangan terulur ke depan lalu kedua tangan terkatup seraya bibir mengucapkan mantra. Seketika dari ujung tangan yang terkatup muncul sinar putih yang mendatangkan hawa dingin dan langsung meluncur ke arah kemeja. Sinar berhawa super dingin tersebut berasap tebal menutupi kemeja hingga jadi beku. Retak dan hancur.
3.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai hand to myself
Baca
+Pustaka
Tabir Kematian Sahabatku

Tabir Kematian Sahabatku

Dia juga tertegun di sana dengan pandangan terpana pada diri ini. "Kyaaaa ...!" Seketika aku menyilangkan tangan di dada.
107.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 289 kali sebagai hand to myself
Baca
+Pustaka
DINIKAHI PRIA PLAYBOY

DINIKAHI PRIA PLAYBOY

Kalau gue sendiri kan hanya kebawa arus sama suasana aja, jadi yang salah tetap Ryan bukan gue. Gue terkejut saat Ryan menarik tangan sebelah kiri buat itu lha ya, tapi tetap aja gue nggak mau dan menggenggam kuat supaya Ryan kesusahan sendiri. “Sayang ayo.” “Ogah ih, salah kamu sendiri mancing-mancing akhirnya kena sendiri gitu kan?” “Ya, tadi dingin bawaan pengen tapi udah janji yaudah aku tahan.”
106.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 195 kali sebagai hand to myself
Baca
+Pustaka
Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!

Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!

“Kepalamu. Miringkan.” “Aku bisa sendiri—” “Kau bahkan tidak bisa memegang handuk.” Rosemary menatap tangannya sendiri. Jemarinya masih gemetar dengan cara yang tidak bisa ia kendalikan meskipun ia memerintahkannya untuk berhenti.
104.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai hand to myself
Tampilkan Ulasan (11)
Baca
+Pustaka
Luna Maji
Hai kakak kakak Luna disini. Makasih banyak buat yang setia menemani Rosemary sampai sejauh ini 🤍 Senang banget bisa berbagi cerita sama kakak. Kalau berkenan, Luna juga punya cerita baru berjudul Nona Hart, Tuan Earl Tak Mau Kau Pergi. Semoga kakak mau kenalan juga dengan mereka (⁠~⁠‾⁠▿⁠‾⁠)⁠~
Ryani
maaf thor. sempet negatif thinking.. hehe. . kebiasaan sblm baca sinopsisnya, liat gambarnya dl, tk kirain ini laki sm laki.. hehehe... masuk pustakan dl ya thor... baca kalau sdh bnyak bab nya... sering tdk sabar kl msh ongoing hrus nunggu update babnya
Baca Semua Ulasan
My Hot Boss

My Hot Boss

Entah, apakah Fanny bisa menjalani aktivitasnya hari ini dengan normal seperti biasanya. Tangan kanan Fanny menyambar handuk yang menggantung. Fanny menyeka air di wajah, sesekali tatapannya tertuju pada cermin yang berada di depannya. Fanny menurunkan satu tangan, sementara tangannya yang lain diletakkannya di dada sesekali menepuknya pelan. Bibir Fanny bergerak seolah menggumamkan rentetan mantra, “Semua akan baik-baik saja.” Begitu kata Fanny meyakinkan diri sendiri.
6.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187 kali sebagai hand to myself
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status