Ayah & Bunda, Ayo Baikan!
Tak lama suara kunci pintu yang terbuka terdengar.
"Oh, masih pulang kamu, Mas?" sindir Zeta. Wanita itu melipat tangannya di dada dengan wajah datar. Bima menelan ludah susah payah.
"Hehe ... Maaf, please!" Bima nyengir kuda sembari mengangkat dua jari berlambang perdamaian. Zeta tak habis pikir, bisa-bisanya lelaki itu masih sempat untuk menyengir bagai kuda di saat jelas-jelas dirinya tengah emosi.