Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
HUMAIRA

HUMAIRA

Ucap Wati sesenggukan di depan nisan Humaira. ***** END *****
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai hani bani
Baca
+Pustaka
Bentala dan Nabastala

Bentala dan Nabastala

jawab Nando asal-asalan. “Sialan loe bilang gue stres!” sambil menonjok lengan Nando, hingga Nando merintih. “Woi jadi makan nggak nih? Udah mau masuk juga masih aja ribut!” ucap Rion menengahi. “Ya jadi dong! Ya udah Buk, Rain batagor, Saya sama Rion bakso,” jawab Nando. “Siaap!” jawab ibu kantin dan segera menyiapkan pesanan mereka bertiga.
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai hani bani
Baca
+Pustaka
Sang Bangsawan

Sang Bangsawan

Ia memicingkan mata, menatap setiap jengkal wajah tampan Aslan yang juga membalas tatapannya. "Kalau rakyat bawah barat, arti Forbidden itu terlarang. Singa Terlarang?" terka Mariana dengan salah satu kuku jari jempolnya yang ia gigit. Mariana mencoba menggali apa maksud dari arti nama tersebut. Sementara Aslan, pria itu berdeham kecil—berusaha membuat Mariana tak fokus pada tujuannya. "Hormat, Duchess. Aku harus pergi dulu."
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai hani bani
Baca
+Pustaka
BEDA ISTRI BEDA REZEKI

BEDA ISTRI BEDA REZEKI

Failed lagi. "Berapa, ya?" Hani berpikir keras. "Apa tanggal lahirnya Banyu? Aku gak tahu tanggal lahir dia, ck!" decak Hani seraya menggaruk kepalanya. "Angka lahirnya Panji kayaknya gak akan mungkin." Hani terus berbicara sendiri, "oke ... ini kesempatan terakhir. Kalo salah ya sudah," pasrahnya kemudian.
10147.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai hani bani
Baca
+Pustaka
Handa

Handa

yang berarti Handa bukan Hanin atau hani (honey). Hanin terbangun dari tidurnya, ia segera menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos. Hanin memeluk Satria dari belakang sambil berkali-kali mendaratkan bibirnya ke punggung Satria. "Maafkan aku, situasi seperti ini tidak akan lama sayang." "Menikahlah denganku!" Satria tertunduk dengan tatapan kosong.
1034.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai hani bani
Baca
+Pustaka
Nafkah Batin Basi

Nafkah Batin Basi

Bab 67. Percakapan Hubungan Batin Tante boleh dekatin Pak Anwar?” Regina menatap pilu tubuh lemah di atas bankar. “Boleh, Tante. Papa udah nungguin Tante sejak kemarin.” “Baik, Mbak.” “Paggil Amel aja, Tan. Jangan ‘Mbak’!” “Oh, iya. Baik, Mel. Tante ke situ, ya?”
10100.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.8K kali sebagai hani bani
Baca
+Pustaka
BANGKIT

BANGKIT

bisik Rabithah "Hei kelinci, gue denger apa yang Lo bisikan ke Aini." Rabithah tidak memperdulikan Reza dan Rama, ia menarik tangan Aini menuju kantin. Ketika mereka menuju kantin, Aini di hadang oleh junior mereka yang memberikan ucapan serta hadiah ulangtahun untuknya. "Terimakasih," ucap Aini kepada mereka semua. Mereka berdua melanjutkan tujuan mereka yaitu kantin. Aini memesan nasi goreng karena hari ini ia ulang tahun, sedangkan Rabithah memesan bakso kosong.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai hani bani
Baca
+Pustaka
BUKAN OB BIASA

BUKAN OB BIASA

"Tembon?" Pria yang dipanggil 'Tembon' oleh Nadya, tersenyum canggung saat semua orang justru menjadikannya pusat perhatian karena panggilan itu. "Maaf, bu Nadya. Sepertinya anda salah orang. Perkenalkan, saya Fabian. PM yang baru." Fabian mengulurkan tangannya ramah dan terlihat begitu santai.
9.1171.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.5K kali sebagai hani bani
Baca
+Pustaka
Dimanja Sang Penguasa

Dimanja Sang Penguasa

Setelah Bhani memberi perintah pada tangan kanannya, pria itu segera kembali masuk ke dalam mobilnya. Selama menunggu anak buahnya membawa Anya langsung ke hadapannya, Bhani tak henti-hentinya tersenyum sendirian bahkan sampai tertawa terbahak-bahak. "Tenanglah di sana, saudaraku. Tentu saja, aku akan membalaskan dendammu. Kau cukup melihat dari atas sana, bagaimana caraku membalas dendam padanya hahaha ...." Bhani mengeluarkan benda pipih dari dalam saku jasnya. Dia membuat g****e dan mengetik sesuatu di sana. Setelah beberapa detik loading akhirnya muncul sebuah wajah di sana.
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai hani bani
Baca
+Pustaka
KINASIH

KINASIH

Keduanya tengah menikmati nasi bungkus dan air mineral. "Bang, jadi gimana nasib anak kita?" Rani meletakkan sendok dan menatap laki-laki di sampingnya. Seketika, Hendra berhenti mengunyah dan melempar bungkusan di tangannya. Nasi berceceran di lantai, pria itu juga menyemburkan isi mulutnya ke wajah Rani dengan raut murka.
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai hani bani
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status