Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan
Sayangnya, antrean panjang sehingga kami terpaksa nunggu lama buat dapat meja," potong Pram dengan cepat sebelum Intan kelepasan menceritakan peristiwa di vila tadi.
Cindy mendengus keras, matanya melirik sinis ke arah Intan seolah sedang mencari tanda-tanda jamahan Pram pada tubuh keponakannya itu, namun ia tidak menemukan apapun selain wajah lelah.
"Alasan klasik! Sudah, masuk sana! Besok pagi aku bakal lapor ke Kak Sisil soal kelakuan kalian yang nggak tahu aturan ini," ancam Cindy sambil berbalik badan, daster satinnya bergoyang memperlihatkan bantalan belakangnya yang padat sebelum ia menghilang di balik pintu jati yang besar.
Setelah Cindy masuk, Pram menghela napas panjang dan menoleh