BUKIT TENGKORAK
Seharusnya Megan tak menaruh hati pada tentara Jepang, seperti halnya ia bersikap biasa saja pada Smith.
Letnan bermata biru itu memberikan isyarat pada wakilnya agar segera menurunkan tangga. Sang wakil tersenyum lega melihat kedatangan pemimpinnya. Ia turun dengan cepat dan menghampiri Smith.
“Hanya segini yang kembali?” tanya wakil itu.
“Iya, hutan di sini terlalu banyak hantu,” jawab Smith.
“Hantu, kau percaya hantu, Sir?”