Tamally Ma'ak
Lelah, sejenak berhenti hanya untuk menghirup pasokan udara, kemudian melanjutkan perjalanan, hingga masuk melewati beberapa lorong bangunan tinggi.
Tampak sunyi. Mendongak. Jendela gedung tinggi itu sudah tertutup rapat. Apakah para penghuninya sudah terbawah mimpi? Kulihat jam pada pergelangan tanganku. Sudah ada di pertengahan malam. Pantas saja, sudah waktunya penduduk bumi mengistirahatkan tubuh mereka, tak terkecuali manusia hantu yang tidurnya kala siang hari. Termasuk dirimu Syifani, jam segini kau masih larut terjaga dalam keheningan malam.
Ah, andaikan saja aku tidak menjomblo, mungkin saat ini aku ditemani oleh pujaan hatiku.
الفصول الرائجة