Pemuas Hasrat Liar Tuan Mudaku
“Sayang, ngomong yang jelas dong. Jangan hmmm terus. Aku gak tau itu artinya apa.”
“Ya, aku ngomong.”
Bryan menghela napas lega karena Nina akhirnya mengeluarkan kata yang dapat dipahami.
“Katakan padaku, baby. Aku harus ngapain biar kamu kembali happy? Apa kamu mau dibawain coklat beserta pabriknya? Atau kamu mau dibeliin bunga beserta kebun-kebunnya?”
“Terserah!”
“Astagfirullah. Wanita memang sulit dipahami,” ujar Bryan pasrah kemudian mengelus dada istri tetangga, eh maksudnya dadanya sendiri.