Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
BERONDONG

BERONDONG

Emosi, kocak jadi satu. Tuhan memang benar. "After a little sadness, come a lot of happiness" "After a little sadness, come a lot of happiness"
108.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 185 kali sebagai happy moments
Baca
+Pustaka
Love life hope

Love life hope

Dia terlihat sangat bahagia. Wajah bahagia Nana adalah salah satu momen yang dia rindukan ketika berada di SMP, dan sekarang dia bisa menikmatinya lagi, membuatnya tergoda ketika melihat bibir tipis Nana yang disertai senyuman bahagia dan lebar. "San, kau mau ngapain?" Tanya Nana ketika menyadari jika Sandy terlalu dekat dengan dirinya. "Mau mencium pacarku." Jawab Sandy asal, yang membuat Nana memerah seperti kepiting rebus.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai happy moments
Baca
+Pustaka
Unhappy Marriage

Unhappy Marriage

'Oh, poor Silvya! "Okay, Jim! I'll treat her well as your command, my friend!" Hati Bill seperti melonjak kegirangan. "Good! Ok then, bye!" Tutup Jim. Bill melompat senang setelah panggilan Jim ditutup. 'Yes!!' Ia mengepalkan tangannya seperti orang menang undian.
1017.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 345 kali sebagai happy moments
Baca
+Pustaka
Ibu Kost yang menggoda

Ibu Kost yang menggoda

Cuma denger suara hujan sisa-sisa di atap. Kadang hidup emang sesederhana ini. Duduk di lantai kamar kosong. Capek. Keringetan. Tapi bareng orang yang sama. Dan Ravika sadar— kebahagiaan jarang datang sebagai sesuatu yang besar. Seringnya cuma momen kecil. Kayak segelas jahe hangat. Kayak beresin kamar. Kayak dipanggil “partner”. Hal-hal remeh.
6.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai happy moments
Baca
+Pustaka
Sometimes Happy Sometimes Sad

Sometimes Happy Sometimes Sad

"Loh, Bunda? bikin Axel kaget aja. Kapan datang?" Rasa terkejut dicampur dengan rasa senang bagi Axel. Pasalnya karena kesibukannya di kantor, Axel jarang sekali mengunjungi rumah Hana. "Satu jam yang lalu. Kejutan bunda gagal dong. Niatnya mau buatkan makan malam untuk kamu." Axel memeluk Hana. Ia begitu merindukan bundanya. Hanya Hana lah yang ia punya. Beberapa menit kemudian, Axel melepas pelukan tersebut dan mencium pipi Hana.
9.72.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai happy moments
Baca
+Pustaka
Happiness Marrie

Happiness Marrie

Tapi, semua orang bergembira di acara sakral itu, begitupun kedua mempelai yang terlihat bahagia. Akhirnya, usai sudah acara tersebut tepat pukul sepuluh malam. Tamu yang hadir pun sudah pulang ke rumah masing-masing. Yang tersisa di sana hanya kedua mempelai beserta keluarga, para pelayan, bagian wedding organizer serta kru yang membantu. "Kakek, aku akan membawa Nona Xia, umm ... maksudku Lien'er pulang ke rumahku!" Zhang Yuze berkata sambil melirik Xia Lien di sampingnya.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai happy moments
Baca
+Pustaka
Happy Ending

Happy Ending

ingin rasanya ia mencabik – cabik mulut orang – orang yang mengatakan hal seperti itu. lagi – lagi orang – orang selalu berucap tanpa pernah memikirkan perasaan orang lain, memangnya siapa yang suka dicap bahagai sementara yang kita rasakan adalah penderitaan. Hari pernikahan yang seharusnya adalah hari yang paling bahagia kini malah sebaliknya, jangankan Tamara kelaurganya yang lain pun tak ada yang merasa bahagia akan pernikahannya.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai happy moments
Baca
+Pustaka
HONEYMOON - BERTUKAR PASANGAN

HONEYMOON - BERTUKAR PASANGAN

Akhir yang benar-benar membahagiakan. ##### THE END 😁
1024.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 625 kali sebagai happy moments
Baca
+Pustaka
Dear Joy

Dear Joy

Katanya, sih, untuk memulai perjalanan hidup yang baru. Kebahagiaanku rasanya akan lebih lengkap bila hari ini juga ada seorang gadis yang melaluinya. Entah bagaimana perasaan orang tua Joy sekarang. Ini adalah tahun-tahun di mana teman sebayanya akan mulai wisuda satu per satu. “Mama … sudah … sekarang ayo kita berganti pakaian dan mulai makan,” ajakku.
107.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 232 kali sebagai happy moments
Baca
+Pustaka
Thanks For My Happy Ending

Thanks For My Happy Ending

Tanya Olin dengan raut wajah yang sulit dijelaskan. "Apa Ayah terlihat sedang bermain-main ? sejak kapan Ayah bisa bermain dengan perasaanmu selama ini, gadis manis" timpal Handoko kemudian menyentil kening Olin pelan. "Ayah, terima kasih" teriak Olin penuh semangat. Dipeluknya pria paruh baya itu dengan tenaga yang kuat. Olin tidak peduli jika Handoko akan kesulitan bernafas karena pelukannya, Olin hanya merasa bahagia sekarang, dan dia ingin Ayahnya tahu dan ikut merasakan perasaan bahagianya.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai happy moments
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status