Pulang
Angga hanya bisa diam, tidak ada yang bisa dilakukan, pria itu hanya sesekali mengusap bahu gadis itu.
Gundukan tanah kuning itu sudah sempurna, menelan tubuh sang ibu di dalam perutnya.
Sebuah papan nama pemilik makam juga susah tertancap, sebuah papan bertuliskan nama seseorang wanita yang meninggal dengan cara yang cukup mengenaskan.
Tidak ada yang tau apa yang seberapa terjadi, dia hanya ditemukan sudah tidak bernyawa begitu saja.
Orang-orang satu persatu juga sudah mulai pergi, pemakaman yang tadinya ramai kini berangsur sepi.
Hot Chapters