Sentuhan Adik Sahabatku
Alisnya terangkat tipis, pertanda kualitas yang tak perlu kata-kata.
“Iya, Jen. Ini bagus. Mama tanya harganya dulu, ya.”
Pandangan Priska beralih ke penjaga toko yang sedang merapikan gulungan kain lain. Ia melangkah mendekat.
“Mas,” panggilnya sopan. “Yang ini berapa per meter?”
Penjaga toko mendekat, menarik sedikit ujung kain hingga motifnya terlihat jelas. “Tiga ratus dua puluh ribu, Bu. Lebarnya standar. Ini kualitas premium lokal.”